PS TNI, awalnya dianggap kuda hitam kini jadi 'prajurit mematikan

Mampukah PS TNI menghancurkan lawan-lawannya di ajang Piala Jenderal Sudirman?

Yoga Tri Priyanto
Oleh Yoga Tri Priyanto - Reporter
PS TNI, awalnya dianggap kuda hitam kini jadi 'prajurit mematikan
PS TNI. © bola.net

Dua tim sudah yang sukses dihempaskan oleh pendatang baru, PS TNI di ajang Piala Jenderal Sudirman. Secara mengejutkan klub asuhan Suharto AD tersebut mempermalukan Persebaya United dan Pusamania Borneo FC.Legimin Raharjo dkk yang sangat enerjik mampu meredam serangan Persebaya United di laga pertama. Bahkan seorang Evan Dimas pun yang harusnya menjadi tulang punggung klub harus terkunci dan mati seperti tak mendapat pergerakan. PS TNI memiliki fisik yang kuat, taktik jitu, serta efektivitas dalam hal penyerangan. Ini adalah kunci kemenangan di dua laga mereka di Piala Jenderal Sudirman. Bahkan kemarin (18/11), mereka sukses menyamakan kedudukan menjadi 2-2 saat sempat tertinggal 2-0 dari Pusamania Borneo FC. Tak berhenti di situ PS TNI pun keluar sebagai pemenang usai mengalahkan PBFC lewat adu penalti.Kuda hitam yang awalnya sangat diragukan dapat tampil apik di turnamen ini secara mengejutkan mampu membungkam mulut-mulut yang sempat meremehkan mereka. PS TNI menjelma menjadi tim yang sangat kuat, tangguh, kokoh dan sulit ditembus oleh musuh.Kemenangan hasil racikan jitu dari pelatih Suharto juga sukses memukul mundur Iwan Setiawan dari kursi pelatih Pusamania Borneo FC. Ya, pelataih klub itu langsung mengundurkan diri. Keputusan mundur yang diambil oleh Iwan tersebut sesuai dengan komitmen yang sudah ia katakan sebelum laga kontra PS TNI. Saat itu, menurut Nabil (Presiden PBFC), Iwan mengatakan akan mundur jika PBFC kalah atas PS TNI.

Peta kekuatan PS TNI

Peran besar dari Manahati Lestaluhu membuat PS TNI bak kesurupan di atas lapangan. Legimin yang menjabat kapten tim juga mmapu memberikan suply bola yang memanjakan. Passing-passing akurat dari jajaran pemain tengah benar-benar mampu menjadi pondasi yang kuat untuk membangun serangan. Dua bek sayap PS TNI yang dikawal oleh Syaiful Ramadhan serta Hardiantono juga kerap merepotkan pertahanan lawan. Overlaping kedua bek sayap tersebut seakan meniru pergerakan dari duo Barcelona - Dani Alves dan Jordi Alba. Kreasi serangan yang variatif juga ditunjukkan oleh para pemain depan macam Tambun Naibaho. Dia tak terkesan ambisius saat berada di depan gawang, bahkan sangat tenang. Tak jarang dia juga memberikan umpan-umpan brilian kepada rekan timnya.Jangan lupakan pula seorang Dhika Bayangkara. Penjaga gawang berparas ganteng ini justru tampil gemilang. Penyelamatan yang dilakukan oleh Dhika pada saat drama adu penalti melawan PBFC sukses membuktikan kualitas yang dimilikinya.

Jelang laga vs Persela Lamongan

Pada tanggal 24 November mendatang, PS TNI akan dijadwalkan melawan tim Persela asal Lamongan. Ini merupakan sebuah pembuktian yang akan dilakukan Coach Suharto AD. Ada baiknya pelatih memasang Aldino Herdianto sejak di menit awal. Pasalnya, di laga melawan PBFC lalu, dirinya sukses memborong dua gol. Ini bisa menjadi alternatif rombakan pemain agar konsentrasi musuh juga terpecah. Di samping itu, dapat dijadikan semacam jeda agar pemain tidak begitu kelelahan.Manahati Lestaluhu yang di laga kemarin turun sejak menit awal, bisa kembali dipasang. Sebab pergerakan Manahati di lini tengah kerap membantu serangan dan tak jarang pula turun membantu pertahanan. Ini merupakan tipikal pemain yang sulit untuk dikejar dan ditebak.Kini hanya tinggal menunggu, apakah PS TNI mampu menunjukkan kehebatannya sebagai 'prajurit yang mematikan'? Kita nantikan saja aksi-aksi brilian dari mereka pekan depan.

Rekomendasi