Menebak strategi Indonesia menghadapi Thailand di final AFF
Merdeka.com - Untuk kelima kalinya Tim Nasional Indonesia lolos ke final Piala AFF 2016. Di Tim Garuda bakal menghadapi Thailand di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, Jawa Barat, malam nanti.
Kedua tim sudah pernah bertemu di penyisihan grup. Ketika itu, Indonesia harus mengakui keunggulan Thailand 2-4. Indonesia dan Thailand memiliki sejarah panjang di Asia Tenggara. Tercatat, keduanya sudah pernah bertemu sebanyak 74 kali sejak tahun 1957. 24 Kemenangan untuk Indonesia, 36 untuk Thailand, sisanya imbang.
Dari catatan sejarah itu dua kali peluang Indonesia meraih juara dikandaskan Thailand, pada AFF (dulu masih bernama Piala Tiger) 2000 dan 2002.
"Thailand tim yang solid, tetapi tetap ada celah. Pelatih (Riedl) pasti sudah menganalisa itu," kata mantan pemain Timnas, Kurniawan Dwi Yulianto kepada merdeka.com.
Sejauh ini Pasukan Garuda menjadi satu-satunya tim yang mampu menjebol gawang 'The War Elephants' julukan Thailand, bahkan tak hanya satu gol tetapi dua.
Lalu bagaimana susunan skuadnya? Bila melihat perjalanan di turnamen tahun ini, sang pelatih Alfred Riedl selalu menggunakan formasi 4-4-2 dan tak banyak mengubah komposisi sejak awal.
Penjaga gawang
Pada penjaga gawang mustahil rasanya menggantikan peran Kurnia Meiga. Ditambah tujuh penyelamatan gemilang diberikannya saat menghadapi Vietnam di semifinal. Belum lagi ini partai final, hampir tidak mungkin Riedl mengganti Meiga.
Belakang
Apiknya penampilan Fachruddin dan Hansamu Yama di semifinal, ada kemungkinan akan diturunkan kembali. Demikian dengan posisi bek kanan dan kiri, yang biasa diisi Benny Wahyudi dan Abduh Lestaluhu untuk menghalau serangan-serangan Thailand yang tak jarang melalui sisi sayap.
Tengah
Posisi ini menjadi cukup vital melihat serangan-serangan Thailand juga sering membahayakan dari tengah, terutama second line mereka. Untuk meredam itu, Bayu Pradana sepertinya masih akan tampil bersama Manahati Lestusen.
Sayap
Pada posisi ini rasanya tidak perlu diperdebatkan. Bila Rizky Pora dan Andik tidak mengalami gangguan cedera, hampir bisa dipastikan kedua pemain itu bermain sejak awal pertandingan.
Depan
Pada lini depan, Riedl sering kali otak-atik komposisi. Mulai dari Lerby dan Boaz, Ferdinand Sinaga dan Boaz. Kemungkinan lainnya justru Lilipaly yang akan bermain di dekat Boaz seperti halnya saat leg kedua kala jumpa Vietnam.
Apapun komposisi yang diturunkan Riedl sudah menjadi hak sepenuhnya. Namun, permasalahan laten yang kerap dilakukan Timnas sejauh ini yakni adalah melatih konsentrasi dan fokus para pemain. Sebab, Indonesia sering kebobolan di menit-menit akhir pertandingan.
"Kita harus bermain disiplin, terutama pada penempatan posisi pada pertandingan ini. Disiplin ini mutlak mengingat Thailand merupakan tim komplet. Pergerakan tanpa bola pemain-pemain mereka pun sangat berbahaya," ujar Bayu dikutip dari Bola.net
"Pertahanan harus lebih rapi, pertama konsentrasi. Kita juga berharap lini tengah dan depan bisa cetak gol lebih dulu," sebut Ketua Asosiasi Pemain Professional Indonesia, Valentino Simanjuntak.
Menghadapi juara empat kali turnamen antarnegara Asia tenggara ini memang tidak mudah. Sekali lagi, mengutip kata Kurniawan, yang bilang 'Thailand pasti memiliki celah', dan Indonesia punya peluang bagus bermain di kandang. Patut untuk dinantikan hasil pertandingan ini malam nanti. (mdk/did)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya