Pentingnya Mengatasi Gangguan Mata, Tak Hanya demi Pengelihatan Tapi Juga Mental

Rabu, 20 Oktober 2021 16:00 Reporter : Rizky Wahyu Permana
Pentingnya Mengatasi Gangguan Mata, Tak Hanya demi Pengelihatan Tapi Juga Mental ilustrasi mata. ©www.huffingtonpost.com

Merdeka.com - Munculnya masalah gangguan pada mata ternyata tak hanya berpengaruh pada pengelihatan kita saja. Hal ini juga bisa berbuntut panjang pada sejumlah hal di kehidupan kita.

Dokter spesialis mata Aldiana Halim, M.Sc mengungkapkan bahwa gangguan mata tidak hanya dapat mempengaruhi aspek penglihatannya saja, melainkan dapat mempengaruhi hampir seluruh aspek kehidupan orang yang mengalaminya.

"Gangguan penglihatan itu berpengaruh pada kualitas hidup orang yang menderitanya. Waktu survei saya menemukan seorang ibu yang sudah 20 tahun tidak melihat karena katarak. Sangat ironis, ibu ini juga tidak bisa mengakses pelayanan kesehatan yang dibutuhkan," ujar Aldiana beberapa waktu lalu.

Menurut Aldiana, apabila ibu tersebut dapat memiliki akses terhadap pelayanan kesehatan yang seharusnya, maka ia pun memiliki kemungkinan untuk dapat melihat kembali. Tak hanya itu, Aldiana pun turut menjabarkan beberapa konsekuensi terkait gangguan penglihatan.

"Karena hilangnya penglihatan dapat berpengaruh pada fisik, mental, kepuasan hidup, mobilitas, ketergantungan, pendidikan, dan juga orang dengan gangguan penglihatan itu memperberat penyakit kronis yang sedang diderita serta kesulitan mengerjakan pekerjaan sehari-hari," kata Aldiana.

Tak hanya itu, orang dengan gangguan penglihatan juga dinilai cenderung tidak berbicara terkait hal-hal yang dirasakannya. Juga, mengalami kesulitan pada akses untuk memeriksakan kesehatannya sendiri. Sehingga dapat dikatakan bahwa seluruh aspek kehidupan ikut terpengaruh dalam hal ini.

2 dari 2 halaman

Bisa Picu Tindakan Bunuh Diri

Dalam kesempatan yang sama, Aldiana mengungkapkan bahwa gangguan penglihatan pun berpotensi membuat seseorang mengalami Depresi yang memicu terjadinya bunuh diri. Hal tersebut pun sudah beberapa kali terjadi, bahkan di Indonesia.

"Ada seorang gadis, model. Sebelumnya anak ini dengan kepercayaan diri tinggi. Kesalahannya adalah ia menggunakan lensa kontak tanpa memperhatikan prosedur yang seharusnya,"

"Terjadi infeksi dan matanya kemudian terjadi sikatrik. Tidak bisa melihat dan akhirnya buta. Sehingga depresi, sampai empat kali mencoba bunuh diri," ujar Aldiana.

Tak hanya itu, kejadian bunuh diri akibat gangguan penglihatan juga sudah pernah terjadi di Indonesia pada tahun 2018 lalu. Kejadian ini terjadi di daerah Warungkiara, Sukabumi.

"Ibu ini menderita katarak, saking depresinya, saking terpengaruh mentalnya, aspek kualitas hidupnya begitu menurun. Ibu ini memutuskan untuk bunuh diri. Padahal kalau ibu ini bisa mengakses fasilitas kesehatan dan dilakukan operasi, ada kemungkinan untuk ibu ini dapat melihat kembali," kata Aldiana.

Pada kasus seperti itu, menyelesaikan masalah pengelihatan sekaligus bisa membantu mengatasi masalah mental penderita gangguan mata. Hal ini tentu penting dilakukan untuk mencegah munculnya masalah lebih lanjut.

Reporter: Diviya Agatha
Sumber: Liputan6.com [RWP]

Baca juga:
Dokter Spesialis Mata Ingatkan Bahaya Computer Vision Syndrome Selama WFH
Kemenkes Ajak Masyarakat Cegah Gangguan Penglihatan Sejak Dini
Waspada Sindrom Mata Kering Mengintai Dampak Berjam-jam di Depan Gawai Saat WFH
Cegah Mata Anak Bermasalah, Ketahui Rekomendasi Penggunaan Gawai
Orangtua Wajib Tahu Dampak Paparan Gawai yang Terlalu Lama pada Mata Anak
Sederet Gangguan Penglihatan Dampak WFH Selama Pandemi Covid-19

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini