KAPANLAGI NETWORK
MORE
  • FIND US ON

Apakah mitos 'size doesn't matter' benar-benar ada bagi wanita?

Sabtu, 6 Agustus 2016 04:00 Reporter : Indra Cahya
Ilustrasi wanita yang memikirkan ukuran. © joe.ie

Merdeka.com - Banyak wanita yang berkata mereka tertarik pada pria karena kepribadian, penampilan, serta mungkin kekayaan yang dimiliki pada si pria. Namun, sesungguhnya ada alasan yang jauh lebih mendalam dari semua itu: ukuran penis.

Yap, jika kalian sering mendengar istilah 'size doesn't matter,' hal itu mungkin salah kaprah. Size does matter. Hal ini bukanlah isapan jempol, ini adalah hasil dari sebuah penelitian.

Dilansir dari Daily Mail, riset yang dilakukan peneliti dari University of Ottawa, Kanada, menunjukkan bahwa kaum hawa abad ke-21 lebih mirip nenek moyang manusia yang masih memulai membangun peradaban. Alasannya, ukuran penis pria masih memainkan peran kunci dalam penentuan seberapa tertariknya wanita pada pria.

Temuan ini didasarkan pada 5.145 gambar pria yang ditampilkan di sebuah layar. Gambar-gambar tersebut diperlihatkan pada sekitar 100 wanita dewasa dari berbagai latar belakang dan usia. Tiap gambar menunjukkan representasi dari bentuk pria, dengan beragam kombinasi tinggi, rasio proporsionalitas badan, dan tentu saja, panjang penis.

Ukuran penis pendek, sekitar 5-13 sentimeter, digunakan dalam riset ini karena inilah kisaran yang umum ditemukan pada pria dari masyarakat barat. Para wanita yang jadi objek penelitian tersebut, lalu ditanya tingkat ketertarikan mereka pada setiap pria. Hasilnya menunjukkan bahwa paling banyak, opini wanita dipengaruhi oleh berbagai tampilan fisik. Namun, ukuran penis prialah yang sangat menentukan ketertarikan kaum hawa. Peneliti mengakui tidak dapat mengetahui ukuran penis yang sempurna. Yang jelas, ukuran yang proporsional adalah hal yang krusial.

Peneliti juga percaya bahwa preferensi wanita pada penis berukuran besar mungkin dipengaruhi oleh evolusi bentuk dan ukuran penis saat ini. Penelitian ini benar-benar mematahkan asumsi dan klaim bahwa ukuran penis tidak penting pada kebanyakan wanita. Hal ini mungkin setara dengan persepsi pria yang berbadan tegap, yang faktanya lebih disukai oleh wanita.

Hal ini sedikit banyak didorong oleh faktor nenek moyang, yang sangat memperhatikan segi fisik. Di zaman nenek moyang, wanita tertarik dengan pria dengan badan tegap, yang melambangkan kekuatan untuk berburu dan kesejahteraan. Begitu juga dengan ukuran penis, yang mempersepsikan kualitas reproduksi, yang mungkin juga adalah gambaran kesejahteraan.

Riset ini dilakukan setelah penelitian lain yang dilakukan peneliti dari University of the West, Skotlandia. Mereka menemukan bahwa penis yang lebih besar dibanding ukuran penis rata-rata cenderung bisa membuat perempuan mencapai orgasme. Nah, panjang rata-rata itu didefinisikan sebagai penis yang panjangnya 14,7 sentimeter saat mengalami ereksi. [idc]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.