Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kenali 6 Gejala dari Intoleransi Laktosa yang Mungkin Tanpa Sadar Kamu Alami

Kenali 6 Gejala dari Intoleransi Laktosa yang Mungkin Tanpa Sadar Kamu Alami Ilustrasi sakit perut. Shutterstock/Andrzej Wilusz

Merdeka.com - Banyak diketahui bahwa susu merupakan sebuah hal yang penting dikonsumsi untuk kesehatan dan pertumbuhan. Sayangnya, tak semua orang bisa mengonsumsi minuman ini tanpa efek samping.

Masalah pencernaan baik kembung atau diare setelah konsumsi susu bukan merupakan hal aneh yang kita alami. Kondisi ini sendiri dikenal dengan nama intoleransi laktosa.

Kondisi ini membuat kita kesulitan dalam mencerna susu dan hidangan lain berbahan sama yang masuk ke dalam tubuh kita. Hal ini merupakan sebuah kondisi yang normal dialami oleh banyak orang Asia.

Kondisi ini disebabkan karena banyak orang Asia kekurangan laktase, enzim yang ditemui pada usus kecil. Dilansir dari CNA, dr Alex Soh, konsultan National University Hospital’s mengungkap bahwa enzim ini dibutuhkan untuk mencerna laktosa menjadi gula sederhana.

Terkait laktosa yang tidak dapat dicerna ini, dr Soh menyebut bahwa enzim ini berpindah melewati usus dan difermentasi oleh bakteri usus. Hal ini lah yang menjadi penyebab intoleransi laktosa.

"Gejala ini biasa muncul sekitar 30 menit hingga beberapa jam setelah mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung laktosa," terang dr. Soh.

Untuk lebih memastikan lagi apakah kamu mengalami masalah ini atau tidak, penting bagimu untuk mengetahui berbagai gejala yang biasa menyertainya. Dilansir dari Healthline, berikut sejumlah gejala intoleransi laktosa yang mungkin kamu alami.

Masalah di Perut

Perut Sering Kembung

Masalah perut merupakan sebuah hal yang menjadi tanpda adanya masalah pencernaan termasuk intoleransi laktosa. Ketika kamu sering mengalami maslah perut kembung terutama setelah mengonsumsi kembung, bisa dipastikan bahwa hal ini merupakan kondisi intoleransi laktosa.

Perut Bergemuruh dan Sakit

Ketika mengalami intoleransi laktosa, kamu rentan mengalami diare, kram, serta perut bergemuruh. Pada seseorang yang mengalami masalah ini, kadang kotoran yang muncul sedikit seperti krim dan lembek. Hal ini terjadi karena banyak gas dan cairan yang memenuhi perut.

Mual dan Diare

diareRekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Rasa Mual

Munculnya rasa mual terutama setelah mengonsumsi produk olahan susu bisa menjadi tanda intoleransi laktosa yang kamu alami. Pada beberapa kasus, kondisi ini bisa menyebabkan muncunya rasa mual serta bahkan muntah. Ketiga kamu memiliki masalah ini, sebaiknya ganti susu sapi dengan jenis susu lainnya.

Diare dan Kram yang Tidak Disertai Penyakit Lain

Kondisi kram dan diare akibat intoleransi laktosa serupa dengan sejumlah penyakit perut lain. Ketika rasa diare dan kram ini terjadi tanpa disertai gejala lain, besar kemungkinan bahwa kamu mengalami intoleransi laktosa.

Masalah Lain yang Terjadi

Keturunan Tertentu

Faktor genetika memiliki peran penting dalam munculnya intoleransi laktosa pada seseorang. Kondisi ini lebih rentan dialami oleh mereka yang berasal dari Asia oleh karena itu, kita mungkin lebih rentan mengalami masalah ini.

Dialami pada Usia Dewasa

Terdapat sejumlah jenis dari intoleransi laktosa yang bisa kamu alami. Beberapa kasus ini bisa kamu alami sejak usia kecil dan sangat jarang terjadi pada usia dewasa. Ketika masalah perut akibat konsumsi susu ini kamu alami di usia dewasa, besar kemungkinan bahwa hal ini merupakan intoleransi laktosa.

Pada saat kamu memiliki gejala intoleransi laktosa, kamu bisa memastikannya dengan memeriksa diri ke dokter. Ketika kamu mengalaminya, untuk menggantikan susu, kamu bisa mencari alternatif pengganti lainnya.

(mdk/RWP)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP