Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kandungan kafein dalam obat tingkatkan risiko stroke

Kandungan kafein dalam obat tingkatkan risiko stroke Ilustrasi obat-obatan. ©Shutterstock.com/panda3800

Merdeka.com - Tak jarang kita temukan adanya kafein dalam komposisi obat-obat umum yang dijual bebas di pasaran atau apotek. Mulai saat ini, sebaiknya Anda waspada jika mendapati kafein dalam obat yang dikonsumsi. Pasalnya sebuah penelitian di Korea menemukan bukti bahwa kandungan kafein dalam obat bisa meningkatkan risiko stroke hingga dua atau tiga kali lipat.

Hasil penelitian ini menyanggah penelitian sebelumnya yang menyatakan bahwa kopi dan teh bisa memperkuat efek perlindungan pada jantung. Meski begitu, peneliti juga menjelaskan bahwa dua penelitian yang tampak saling bertentangan ini bisa jadi memiliki titik temu. Orang yang lebih sedikit mengonsumsi kopi atau teh diketahui lebih terpengaruh oleh obat yang mengandung kafein.

Terlebih lagi, peneliti menemukan bahwa kafein bisa terkandung dalam berbagai obat, mulai dari obat penghilang rasa sakit biasa, atau obat flu yang dijual secara umum dan banyak dikonsumsi masyarakat, seperti dilansir oleh NY Daily News (25/06).

"Kafein memiliki sifat yang menyebabkan pembuluh darah mengencang dan meningkatkan tekanan pada aliran darah," ungkap ketua peneliti Nam-Kyong Choi dari Seoul national University College of Medicine.

Hasil ini ditemukan peneliti setelah mengamati 940 pasien dewasa yang mengalami stroke. Mereka membandingkan obat-obatan yang dikonsumsi, dan menemukan bahwa orang yang dalam obatnya mengandung kafein lebih berkemungkinan dua sampai tiga kali lipat mengalami stroke.

Namun ketika dibandingkan dengan kebiasaan minum kopi, peneliti menemukan bahwa partisipan yang memiliki kebiasaan minum kopi setiap hari dan minum obat yang mengandung kafein tampaknya tak memiliki risiko yang cukup besar.

Penemuan tersebut sebenarnya cukup aneh karena kopi dan teh mengandung kafein yang lebih banyak dari yang terkandung dalam obat-obatan. Meski begitu Choi berasumsi bahwa kopi atau teh bisa jadi mengandung zat yang bermanfaat dan menurunkan efek dari kafein di dalamnya. Meski menemukan bahwa kafein bisa meningkatkan risiko stroke, namun Choi masih belum mengetahui mekanismenya. (mdk/kun)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP