Jangan Lengah! Hindari Buka Masker Walau Hanya Sebentar untuk Berfoto

Selasa, 10 Agustus 2021 16:00 Reporter : Rizky Wahyu Permana
Jangan Lengah! Hindari Buka Masker Walau Hanya Sebentar untuk Berfoto Ilustrasi masker kain. ©Pexels/Edmond Dantes

Merdeka.com - Pada masa pandemi COVID-19 seperti sekarang ini, bertemu saudara dan keluarga merupakan hal yang sangat jarang dilakukan. Walau sangat jarang bertemu, usahakan agar ketika bertemu saudara dan teman tersebut kita menghindari kebiasaan membuka masker saat berfoto bersama.

Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi mengingatkan agar Anda tak kendor menerapkan protokol kesehatan termasuk melepas masker walau hanya satu menit demi berfoto bersama saat ini.

"Foto bersama cuma 1 menit buka masker, padahal ada satu hal yang selalu mengintai kita kalau kita lengah," ujar dia beberapa waktu lalu dilansir dari Antara.

Bukan hanya perlu taat mengenakan masker termasuk saat berada di luar rumah, Anda juga diingatkan tetap rajin mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas. Hal ini penting dilakukan demi mencegah terkena COVID-19 dan tidak berkontribusi pada peningkatan kasus di masyarakat.

Menurut Nadia, lonjakan kasus COVID-19 beberapa bulan lalu, antara lain akibat tingginya mobilitas orang-orang dan mulai lengahnya mereka pada prokotol kesehatan seperti tak lagi menjaga jarak satu meter dalam berkegiatan seperti rapat, berkerumun di pesta pernikahan yang tidak terdapat aturan pembatasan jumlah tamu dan makan di restoran beramai-ramai.

"Peningkatan kasus yang sangat signfikan yakni akibat lengahnya protokol kesehatan ditambah mobilitas kita yang tinggi. Masyarakat kendor dengan protokol kesehatan. Restoran ramai kembali, mulai makan bukan hanya bersama keluarga tetapi bersama teman-teman, rapat tanpa protokol kesehatan jaraknya sudah tidak 1 meter lagi," kata dia.

2 dari 2 halaman

Munculnya Varian Delta Semakin Memperburuk Kondisi

Di sisi lain, berbeda dari tahun lalu, saat ini muncul berbagai varian virus akibat mutasi yang terjadi, salah satunya varian Delta. Varian ini lebih cepat menular dengan risiko penularan 60 persen lebih tinggi dari varian Alfa atau virus aslinya (yang berasal dari Wuhan, China).

Varian Delta juga meningkatkan jumlah kasus yang membutuhkan perawatan, menurunkan efektivitas vaksin walau sampai saat ini vaksin-vaksin yang ada masih efektif melawan virus termasuk varian Delta.

"Varian Delta juga lebih cepat menular di antara anak-anak sekolah, CT Value lebih rendah kalau positif 16, 20 padahal sebelumnya 25, 30, 32," tutur Nadia.

Munculnya varian baru SARS-CoV-2 ini akibat semakin banyaknya infeksi pada suatu populasi yang kemudian meningkatkan kejadian mutasi virus.

"Perlu diperhatikan juga, kalau semakin banyak infeksi yang muncul, maka mutasi virus akan semakin meningkat. Makanya varian Delta muncul karena begitu banyak infeksi yang terjadi di India, akhirnya menimbulkan varian atau virus baru yang berbeda dari virus aslinya (dari China)," kata Nadia. [RWP]

Baca juga:
Pasien Jantung Tetap Bisa Mendapat Vaksinasi COVID-19, Asal dalam Kondisi Stabil
Vaksinasi COVID-19 Terhadap Ibu Hamil Sudah Boleh Dilakukan, Pastikan Skrining Detail
Kartu Vaksinasi COVID-19 Bukan Segalanya dan Tak Bisa Gantikan Penerapan 3M
Masih Belum Ada Bukti Hewan Terinfeksi COVID-19 Bisa Menularkan ke Manusia

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini