Gejala tipes dan cara pengobatannya yang wajib kamu tahu

Jumat, 18 Mei 2018 18:45 Reporter : Febrianti Diah Kusumaningrum
Gejala tipes dan cara pengobatannya yang wajib kamu tahu Ilustrasi diperiksa dokter. Shutterstock/Alexander Raths

Merdeka.com - tipes atau yang sebenarnya memiliki nama tipus adalah penyakit yang disebabkan adanya infeksi bakteri Salmonella typhi dalam tubuh. Sekali seseorang terinfeksi bakteri ini, maka penyakit akan menyerang anggota tubuh lainnya dengan cepat. Umumnya bakteri ini menyebar melalui makanan dan minuman yang telah terkontaminasi.

Saat bakteri tipes masuk ke dalam tubuh, terjadi masa inkubasi bakteri yang biasanya berlangsung 7-14 hari yang kemudian diikuti dengan munculnya gejala tipes pertama.

Gejala tipes pada balita dan anak-anak

Ilustrasi anak sakit Shutterstock.com/ Dmitry Naumov

Tipes bisa menyerang sejak di usia dini, seperti pada balita dan anak-anak. Gejala tipes yang umumnya menyerang balita dan anak-anak adalah:

  • Sakit perut dan diare
  • Demam tinggi
  • Tubuh terasa lemah, lelah, dan pegal-pegal
  • Sakit tenggorokan
  • Terkadang juga sembelit
  • Pusing
  • Hilangnya nafsu makan
  • Muncul lapisan putih di atas lidah

Jika buah hati Anda mengalami gejala di atas, maka sebaiknya segera konsultasikan pada dokter sebelum muncul komplikasi lainnya yang serius seperti masalah pencernaan.

Untuk pertolongan pertama saat munculnya gejala tipes tersebut, kamu bisa melakukan langkah perawatan rumahan di bawah ini:

1. Banyak minum air atau cairan sehat untuk menjaga agar tubuh tetap terhidrasi dengan baik. Sebabnya diare dan demam yang muncul pada gejala tipes seringkali membuat cairan hilang.

2. Selain banyak minum air, jangan lupakan asupan madu. Sebabnya madu mampu menenangkan usus yang teriritasi dan berguna untuk melindungi saluran pencernaan.

3. Asupan nutrisi makanan juga harus tetap diperhatikan saat gejala tipes menyerang. Pilihlah makanan yang mudah dicerna dan tidak memperburuk diare yang bisa terjadi.

Gejala tipes pada remaja

Ilustrasi sakit shutterstock

Remaja biasanya menjadi kelompok usia yang paling sering jajan di luaran. Sehingga tak heran jika penyakit tipes mudah menyerang. Sebelum menggawat, kenali dulu gejala tipes pada remaja berikut ini:

  • Hilangnya nafsu makan
  • Pusing atau sakit kepala
  • Mudah lelah
  • Penurunan berat badan

Gejala tipes pada orang dewasa

ilustrasi demam www.hindustantimes.com

Meski sudah menginjak usia dewasa, sistem kekebalan tubuh juga bisa menurun. Akibatnya bakteri Salmonella typhi mudah masuk ke dalam tubuh dan menyebabkan penyakit tipes.

Oleh karena itu, berikut adalah gejala tipes yang biasanya terjadi pada orang dewasa dari minggu ke minggu:

Minggu 1

  • Demam yang lama-kelamaan meningkat hingga menjadi 40 derajat
  • Sakit kepala
  • Batuk
  • Tubuh lemas
  • Mimisan

Minggu 2

  • Demam tinggi terus berlanjut hingga memburuk
  • Sering mengigau karena demam yang terjadi
  • Sakit perut
  • Diare atau bahkan sembelit
  • Perut kembung karena pembengkakan hati dan empedu
  • Tinja berwarna kehijauan

Minggu 3

Suhu tubuh yang tinggi akan menurun, namun sebagai gantinya akan muncul komplikasi seperti pendarahan atau pecahnya usus

Minggu 4

Jika kamu tidak segera mengambil tindakan pengobatan di minggu keempat ini, suhu tubuh memang akan menurun dengan perlahan. Namun komplikasi lain yang bahkan membahayakan nyawa bisa muncul. Oleh karena itu segera periksakan diri begitu Anda mengalami salah satu dari gejala tipes di atas.

Obat tipes

Saat gejala tipes muncul, ada beberapa pengobatan yang bisa kamu tempuh untuk mengatasinya. Mulai dari pengobatan yang bisa dilakukan sendiri di rumah hingga pengobatan medis.

Pengobatan medis


Ilustrasi minum obat Shutterstock/Brian A Jackson


Pemeriksaan di laboratorium pada sampe darah, tinja, dan urine adalah hal pertama yang akan dilakukan di rumah sakit saat gejala tipes ini muncul. Pemeriksaan ini dilakukan untuk menentukan obat antibiotik seperti apa yang bisa diberikan pada pasien. Antibiotik ini berperan dalam membunuh bakteri penyebab tipes.

Jenis antibiotik yang diberikan di rumah sakit bisa berupa suntikan yang terkadang dilanjutkan dengan pemberian nutrisi melalui infus. Penggunaan infus ini diberikan saat pasien mengalami muntah, diare, serta perut kembung secara terus-menerus. Pengobatan medis umumnya memakan waktu 3-5 hari.

Pengobatan di rumah

Biasanya setelah mendapatkan penanganan medis di rumah sakit, pasien akan melanjutkan pengobatan di rumah dengan tetap mengonsumsi obat antibiotik hingga habis. Hal ini penting untuk memastikan bakteri benar-benar hilang dari dalam tubuh. Selain pemberian antibiotik, dilanjut pula dengan istirahat yang cukup, makan teratur dengan porsi kecil, banyak minum air putih, hingga selalu menjaga kebersihan.

Beda gejala tipes dan demam berdarah (DBD)

nyamuk demam berdarah shutterstock

Sering kali orang merasa rancu dengan gejala tipes dengan demam berdarah. Sebab kedua penyakit ini menunjukkan gejala yang sama. Nah, agar kamu tidak salah pengertian, berikut adalah perbedaan dari gejala tipes dan demam berdarah.

Gejala tipes

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, gejala tipes meliputi:

  • Suhu tubuh meningkat atau demam hingga 40 derajat celcius
  • Tubuh lemas, mudah lelah, dan tidak bertenaga
  • Hilangnya nafsu makan
  • Munculnya gangguan pencernaan seperti diare atau bahkan sembelit
  • Mual dan muntah
  • Sakit kepala
  • Batuk
  • Mimisan

Demam berdarah

Demam berdarah dengue atau DBD adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang dibawa oleh nyamuk, khususnya nyamuk Aedes aegypti lewat gigitannya.

Saat seseorang terinfeksi oleh virus yang dibawa oleh nyamuk tersebut, maka akan muncul serangkaian gejala penyakit DBD seperti:

  • Demam tinggi
  • Sakit kepala parah
  • Nyeri pada bagian belakang mata
  • Nyeri otot dan sendi
  • Mual dan muntah
  • Ruam

Gejala khusus yang membedakan DBD dan gejala tipes adalah munculnya ruam, pendarahan dalam tubuh, serta nyeri sendi dan otot di mana membuat tulang terasa seperti retak sehingga DBD pun sering disebut sebagai penyakit break bone.

Tipes adalah penyakit yang muncul akibat kontaminasi bakteri dalam tubuh. Oleh karena itu jaga kebersihan sehingga kamu bisa terhindar dari penyakit ini. Mulai dari hal sederhana seperti rajin mencuci tangan dengan sabun, khususnya sebelum kamu makan dan setelah buang air. [feb]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini