Merdeka.com tersedia di Google Play


Inilah Umar bin Abdul Aziz, sosok pemimpin amanah
Reporter : Muhamad Agil Aliansyah | Rabu, 23 Juli 2014 12:36




Inilah Umar bin Abdul Aziz, sosok pemimpin amanah
Umar bin Khattab. eatdosirak.worpress.com ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Kisah-kisah para pendahulu kita dari kalangan sahabat dan tabiin sarat penuh hikmah dan menarik untuk diungkap sebagai bahan bahan pembelajaran hidup di dunia. Acap kali membaca kisah-kisah itu, dapat menjadi inspirasi dalam diri kita sendiri.

Nah salah satu kisah sahabat yang perlu diteladani ialah cerita Amirul Mukminin Umar bin Abdul Aziz usai diangkat menjadi Khalifah dari kaum Bani Umayyah. Umar bin Abdul Aziz dikenal sebagai pemimpin yang amanah baik di pemerintahan dan keluarga.

Dalam kisah dituliskan, pada suatu malam Amirul Mukminin Umar bin Abdul Aziz sedang tekun bekerja di bilik istananya. Di tengah keseriusannya, beliau dikagetkan dengan kedatangan putranya yang ingin curhat.

"Urusan kerajaankah? Atau urusan keluarga yang hendak kamu bincangkan?" tanya Amirul Mukminin.

"Urusan keluarga, ayahanda," jawab putranya.

Mendengar itu, Amirul Mukminin segera menghampiri putranya. Sambil berjalan, dia memadamkan lampu yang terletak di mejanya yang digunakan untuk menerangi bilik kerjanya itu. Melihat sikap ayahnya itu, putranya justru merasa heran.

"Kenapa ayah padamkan lampu itu?" tanya putranya.

"Benar kata kau wahai anakku, tetapi kau harus ingat lampu yang sedang ayah gunakan untuk bekerja ini kepunyaan kerajaan. Minyak yang digunakan itu dibeli dengan menggunakan wang kerajaan, sedang perkara yang hendak anakanda perbincangkan dengan ayahanda adalah perkara keluarga," jawab Amirul Mukminin.

Lantas Umar bin Abdul Aziz meminta pembantunya membawa lampu dari bilik dalam. "Sekarang lampu yang baru kita nyalakan ini adalah kepunyaan keluarga kita, minyak pun kita beli dengan wang kita sendiri."

"Sila kemukakan apa masalah yang anakanda perbincangkan dengan ayahanda." kata Amirul Mukminin serasa melanjutkan pembicaraan kepada putranya. (Berbagai sumber).

[gil]

KUMPULAN BERITA
# Ramadan 2014


Komentar Anda


READ MORE


Back to the top