Profil
Robert Mueller
Robert Mueller adalah direktur keenam yang memimpin Federal Bureau of Investigation, atau FBI hingga saat ini. Mueller lahir pada 7 Agustus 1944 di New York, Amerika Serikat. Putra dari pasangan Robert Swan Mueller dan Alice Truesdale ini besar dan tumbuh di daerah luar Philadelphia, Pennsylvania. Ia merupakan peraih medali bintang perunggu, dan berbagai penghargaan lain semasa ia mengabdi untuk militer di angkatan laut. Ia mengabdi selama tiga tahun dan memimpin pleton divisi III angkatan laut Amerika Serikat dalam perang yang terjadi di Vietnam.
Mueller mendapatkan gelar akademik pertamanya di Princeton University pada 1966. Kemudian ia meraih gelar Master of Art (M.A.) dalam bidang hubungan internasional dari New York University. Sejak lulus dari studi pascasarjana, Mueller semakin tertarik untuk menekuni bidang hukum. lalu ia memutuskan untuk menempuh program doktoralnya di University of Virginia School of Law, yang mampu ia selesaikan pada tahun 1973.
Mueller bekerja sebagai pengacara selepas kuliahnya di Virginia. Ia sempat menjalankan profesinya tersebut selama beberapa tahun di San Francisco hingga 1976. Selanjutnya, ia menjadi salah satu anggota di kantor kejaksaan Amerika Serikat dan mengabdi selama kurang lebih 12 tahun. Bertahun-tahun ia lewati sebagai kepala divisi kriminal untuk menangani kasus-kasus pembunuhan, penipuan, dan lain sebagainya. Mueller kemudian menjabat sebagai wakil kejaksaan tinggi Amerika Serikat. Di posisi barunya itu, ia menangani berbagai kasus yang lebih besar dan melibatkan beberapa orang besar. Ia bertugas menginvestigasi kasus-kasus korupsi, konspirasi, penipuan, pencucian uang, maupun terorisme.
Pada tahun 2001, presiden Amerika Serikat saat itu, George W. Bush, menunjuknya sebagai kandidat direktur FBI. Karena kapabilitas dan reputasinya yang baik, anggota senat menyetujui penunjukan Mueller sebagai calon direktur FBI yang baru, menggantikan Thomas J. Pickard yang menjabat sejak 25 Juni 2001. Hingga kini, Mueller masih dipercaya sebagai direktur FBI oleh Barrack Obama, presiden Amerika saat ini.
Riset dan analisis: Muhammad Nizar Zulmi