Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Profil

Humuntar Lumban Gaol

Profil Humuntar Lumban Gaol | Merdeka.com

Ir. Humuntar Lumban Gaol, pengusaha nasional sekaligus penggagas Dewan Beras Nasional, dikenal sebagai sosok yang sangat dekat dengan petani dan aktif dalam upaya peningkatan produksi beras serta pendapatan petani. Menurut mantan Irjen Pembangunan Bidang Pembangunan Desa ini 35 tahun pengalaman berkarir sebagai pegawai pemerintah telah memberikannya bekal yang cukup untuk mengetahui bagaimana mengatasi masa krisis pangan di Indonesia.
   
Berdasarkan pengalaman tersebut, Lumban Gaol terus berpartisipasi memberi masukan kepada pemerintah terkait upaya penegakan pangan nasional. Dan upaya tersebut bukan tidak mungkin dilakukan bahkan dicapai pemerintah Indonesia. Setidaknya pria berdarah Tapanuli ini berasumsi dan memberi contoh pada 1980an, saat itu ia menjabat Asisten III Menko Ekuin dan Pengawasan Bidang Produksi, Distribusi, dan Kependudukan, Indonesia sempat mengalami surplus beras sehingga swasembada pangan bisa dilaksanakan. Prestasi ini, menurut Gaol lebih lanjut, disebabkan upaya pemerintah yang benar-benar menaruh perhatian dan konsentrasi pada kemajuan produksi masyarakat tani.

Berawal dari rasa keprihatinannya terhadap kondisi petani dan produksi beras nasional saat ini, mantan pejabat pemerintah Orde Baru ini berinisiatif membentuk lembaga Dewan Beras Nasional yang mengikutsertakan berbagai elemen masyarakat mulai dari politisi, pejabat pemerintah, para pakar berbagai disiplin, dan yang paling penting para petani. Lumban Gaol berharap anggota Dewan ini dapat menemukan jalan keluar permasalahan produksi pangan yang terjadi di Indonesia. Beberapa nama pakar dan politisi yang turut memprakarsai berdirinya Dewan ini termasuk tokoh Partai Amanat Nasional sekaligus pengamat politik, Didik J. Rachbini, dan pengusaha sekaligus politisi, Siswono Yudo Husodo.

Riset dan analisis: Fidelia Fitri - Mochamad Nasrul Chotib

Profil

  • Nama Lengkap

    Ir. Humuntar Lumban Gaol

  • Alias

    No Alias

  • Agama

    Kristen

  • Tempat Lahir

    Tapanuli

  • Tanggal Lahir

    1938-01-08

  • Zodiak

    Capricorn

  • Warga Negara

    Indonesia

  • Istri

    Mari Siregar

  • Anak

    Eva Natalie Lumban Gaol, D.BA, Febrian Lumban Gaol, S.E., Daniel Lumban Gaol, S.E., Henry Lumba Gaol, S.E. , Ir. Roberto Lumban Gaol, S.E., Ir. Rosari Magdalena Lumban Gaol, S.H.

  • Biografi

    Ir. Humuntar Lumban Gaol, pengusaha nasional sekaligus penggagas Dewan Beras Nasional, dikenal sebagai sosok yang sangat dekat dengan petani dan aktif dalam upaya peningkatan produksi beras serta pendapatan petani. Menurut mantan Irjen Pembangunan Bidang Pembangunan Desa ini 35 tahun pengalaman berkarir sebagai pegawai pemerintah telah memberikannya bekal yang cukup untuk mengetahui bagaimana mengatasi masa krisis pangan di Indonesia.
       
    Berdasarkan pengalaman tersebut, Lumban Gaol terus berpartisipasi memberi masukan kepada pemerintah terkait upaya penegakan pangan nasional. Dan upaya tersebut bukan tidak mungkin dilakukan bahkan dicapai pemerintah Indonesia. Setidaknya pria berdarah Tapanuli ini berasumsi dan memberi contoh pada 1980an, saat itu ia menjabat Asisten III Menko Ekuin dan Pengawasan Bidang Produksi, Distribusi, dan Kependudukan, Indonesia sempat mengalami surplus beras sehingga swasembada pangan bisa dilaksanakan. Prestasi ini, menurut Gaol lebih lanjut, disebabkan upaya pemerintah yang benar-benar menaruh perhatian dan konsentrasi pada kemajuan produksi masyarakat tani.

    Berawal dari rasa keprihatinannya terhadap kondisi petani dan produksi beras nasional saat ini, mantan pejabat pemerintah Orde Baru ini berinisiatif membentuk lembaga Dewan Beras Nasional yang mengikutsertakan berbagai elemen masyarakat mulai dari politisi, pejabat pemerintah, para pakar berbagai disiplin, dan yang paling penting para petani. Lumban Gaol berharap anggota Dewan ini dapat menemukan jalan keluar permasalahan produksi pangan yang terjadi di Indonesia. Beberapa nama pakar dan politisi yang turut memprakarsai berdirinya Dewan ini termasuk tokoh Partai Amanat Nasional sekaligus pengamat politik, Didik J. Rachbini, dan pengusaha sekaligus politisi, Siswono Yudo Husodo.

    Riset dan analisis: Fidelia Fitri - Mochamad Nasrul Chotib

  • Pendidikan

    • 1964, Sarjana Pertanian, Universitas Gadjah Mada, Jogjakarta
    • Pesert, Seminar on Agricultural Policy, Amerika Serikat, 1971 (sertifikat)
    • Study of the English Languange, Georgetown University, USA, 12 - 30 Juli 1971
    • Peserta, Konferensi Pangan Sedunia, Roma, 1973
    • Regional Seminar, Asia Agricultural Credit for Small Farmers, Bangkok, 7 - 17 Oktober 1974
    • Peserta, Konferensi Pangan Dunia, Roma, 1975
    • Undangan, Cotton Council Internasional, USA, 31 Agustus 1976
    • Studi Pengembangan Holtikultura dan Pemasarannya di Thailand, Hongkong dan Singapura, 1986
    • Peserta, FAO's Seminar on Dairying a Tool for Rural Development, Denmark, 1986

  • Karir

    • Direktur Utama PT Gerbang Wida Nusantara
    • Presiden Komisaris PT Saferto Adhimanta
    • Komisaris PT Foresta Taranstek
    • Staff Produksi BPU, Perusahaan Perkebunan Dwikora, Sumatera Barat, April 1965 - Juni 1966
    • Pemimpin Proyek Pemasaran BPU, Perusahaan Perkebunan Dwikora, Sumatera Barat, Juli 1966 - Mei 1968
    • Kasubag Penelitian dan Analisa Perkembangan dan Penggunaan Produksi Nasional, Departemen Keuangan (diperbantukan), Juni 1970
    • Anggota Tim PL - 480 untuk masalah BIMAS, Pengadaan Beras, Pebruari 1970
    • Kabag Penelitian dan Counterpant, Biro Perencanaan, Sekretaris Jenderal Departemen Keuangan, Juli 1972 dan Oktober 1974
    • Kabag Evaluasi Teknis Ekonomis, Sekretaris Direktorat Jenderal Moneter, Departemen Keuangan, Oktober 1974
    • Direktur Urusan Pangan dan Penerimaan Bukan Pajak, Direktorat Jenderal Moneter Dalam Negeri, Departemen Keuangan, Agustus 1978
    • Asisten III Menko Ekuin dan Pengawasan Pengawasan Bidang Produksi, Distribusi dan Kependudukan, Maret 1984
    • Staff Ahli Sekretaris Pengendalian Operasi Pembangunan, Februari 1989
    • Inspektur Jenderal Pembangunan Bidang Pembangunan Desa, 1994 - 1998

  • Penghargaan

    • Bintang Jasa Utama
    • Satylancana Karya Satya XX Tahun
    • Piagam Penghargaan dari Menteri Keuangan Republik Indonesia

Geser ke atas Berita Selanjutnya
[aside] err with status code 500