Profil
Braun Buffel
Braun Buffel merupakan salah satu perusahaan yang memproduksi aksesoris seperti tas, dompet, sepatu, ikat pinggang untuk pria dan wanita yang berbahan dasar kulit. Perusahaan ini pertama kali didirikan oleh Johan Braun pada tahun 1887. Pada saat itu, pendirinya memulai usaha dalam pembuatan tas dan dompet. Sejak saat itulah Braun Büffel mulai berkembang. Nama Braun Büffel sendiri merupakan hasil penggabungan dari kata "Braun" yang berari warna cokelat dan "Buffel" yang berarti kerbau dalam bahasa Jerman. Dalam perjalanan perusahaan, Johan Braun dibantu oleh anaknya yang bernama Alois Braun. Pada tahun 1927, Alois Braun mulai mengembangkan produksi hingga dalam pembuatan sadel dengan penambahan fasilitas produksi di atas tanah yang terletak di Hahnenbachstrasse.
Pada tahun 1933, Alois Braun secara resmi mengambil alih perusahaan seiring dengan pembangunan fasilitas pabrik produksi yang lebih besar di Halmerweg. Pada era Perang Dunia II, pabrik produksi Braun Buffel mendapat dampak yang cukup parang sehingga produksi sempat terhambat sebelum diperbaiki pada tahun 1946. Hans-Werner Braun yang merupakan putra sulung dari Alois Braun juga ikut mengelola bisnis ini setelah menyelesaikan gelar master di Offenbach School of Arts and Crafts sejak tahun 1952. Sejak kedatangan Hans-Werner inilah, lini bisnis Braun Büffel semakin diperluas dengan melakukan modernisasi pada bisnis ini. Selain itu, Braun Büffel juga menjalin kerjasama dengan Johan Braun Company.
Perusahaan kemudian berada di bawah kendali Karl-Heinz Braun yang merupakan putra bungsu dari Alois Braun sejak tahun 1969 karena kecelakaan tragis yang menimpa Hans-Werner Braun yang berbuntut kematian. Pada tahun 1979, perusahaan melakukan ekspansi bisnis. Sejak tahun 1992 Christiane Brunk yang merupakan putri dari Karl-Heinz Braun mulai bergabung dengan perusahaan dan kemudian mulai mengambil alih perusahaan sejak tahun 2005 lalu. Dengan menawarkan produk-produk yang berkualitas tinggi, Braun Buffel berkembang semakin pesat dengan lini produk yang mencakup berbagai produk berbahan dasar kulit premium yang telah tersebar di berbagai negara di dunia.
Riset dan analisa oleh Tryning Rahayu Setya W.