Profil
Boss
Hugo Boss Group adalah salah satu pemimpin pasar dunia yang bergerak dalam bidang rumah mode dan pakaian mewah. Perusahaan ini bermarkas di Metzingen, Jerman dan didirikan sesuai dengan nama pendirinya Higo Boss. Hugo Boss memiliki empat divisi, yaitu Hugo Boss AG (pusat), Hugo Boss Industries (pusat manajemen dan logistik kedua untuk grup ini), Hugo Boss Textile Industry ( rumah produksi terbesar berada di Izmir, Turkey), dan Hugo Boss USA. Hugo Boss AG kini memiliki 53 gabungan yang mengoperasikan perusahaan local dan 32 gabungan lain sebagai distributor. Perusahaan ini memfokuskan diri untuk mengembangkan fashion dan aksesories yang paling trendy baik untuk pria maupun wanita.
Boss menjual produknya di 129 negara di seluruh dunia. Boss memiliki 1.200 toko dan 6.800 pewaralaba. Akhir-akhir ini, Boss juga menjual produk mereka secara online di beberapa negara seperti Jerman, Belanda, Prancis, Inggris, Austria, Switzerland dan Amerika Serikat.
Pada awal berdirinya di tahun 1923-1945, yaitu pada masa Perang Dunia I, Jerman mengalami masa kegelapan di mana banyak pengangguran dan inflasi besar-besaran dalam dunia perekonomiannya. Boss, saat itu memulai usahanya untuk membuat pakaian yang dapat melindungi pekerja pabrik dan pakaian-pakaian kerja lainnya untuk laki-laki. Boss juga membuat seragam dan jas hujan. Dari sini, Hugo Boss mengembangkan toko kecilnya menjadi sebuah pabrik.
Dalam masa pimpinan Adolf Hitler, permintaan terhadap seragam bertambah, bahkan Hugo Boss mempekerjakan pegawai dari Prancis dan Polandia selama Perang Dunia II. Kesuksesan ini mengangkat nama Hugo Boss hingga sebuah universitas mencatat sejarah dari perusahaan ini.
Pada tahun 1967-1992, sembilan belas tahun setelah kematian Hugo, kedua cucu Hugo, yaitu Uwe dan Jochen Holy mengambil alih perusahaan. Fokus perusahaan ini beralih ke arah yang lebih menjanjikan yaitu pakaian lelaki dan pengembangan strategi pemasaran yang lebih baik. Tahun-tahun berikutnya diikuti dengan meledaknya jumlah permintaan pakaian. Hugo Boss juga memperbaiki mutu kain, persediaan warna dan model pakaian sejak saat itu. Pada tahun 1985, Hugo mulai memperluas area penjualannya yang kemudian selalu diikuti dengan jumlah penjual produk mereka.
Namun ketika pada tahun 2000-an perusahaan ini juga memproduksi pakaian wanita, keuntungan yang diperoleh ternyata tidak sebanyak seperti yang telah terjadi pada pakaian laki-laki.
Riset dan Analisa oleh Kustin Ayuwuragil D.