Wacana Koalisi dengan Gerindra, Sekjen PDIP: Kami Taat Aturan dan Komitmen

Jumat, 27 Mei 2022 18:57 Reporter : Ahda Bayhaqi
Wacana Koalisi dengan Gerindra, Sekjen PDIP: Kami Taat Aturan dan Komitmen Hasto Kristayanto di Penutupan Rakernas PDI Perjuangan. ©2020 Liputan6.com/JohanTallo

Merdeka.com - Hubungan PDIP dan Gerindra kian hari semakin mesra. Kemesraan itu nampak terlihat ketika Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto melakukan silaturahmi ke kediaman Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri, di Teuku Umar, Jakarta, Senin 2 Mei 2022. Pertemuan keduanya dibalut suasana lebaran.

Pertemuan keduanya itu semakin menguatkan duet Prabowo dengan Ketua DPP PDIP Puan Maharani di Pilpres 2024. Seorang sumber di Gerindra mengakui duet Prabowo-Puan sudah menjadi pembahasan internal dan tinggal menunggu waktu. Duet ini juga merupakan kelanjutan dari perjanjian batu tulis pada 2009 silam.

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menanggapi wacana duet Ketua Umum Prabowo Subianto dengan Ketua DPP PDIP Puan Maharani tinggal menunggu waktu. Hasto mengatakan, PDIP sudah biasa membangun kerjasama dengan partai politik. Dia menjamin, saat PDIP bekerjasama akan taat aturan main dan komitmen bersama.

"PDIP kan sudah terbiasa membangun kerja sama parpol, dan ketika PDIP bekerja sama, kami taat pada aturan main. PDIP taat pada komitmen bergotong royong bersama," ujar Hasto di sela Festival Kopi Tanah Air PDIP, di Parkir Timur Senayan, Jakarta, Jumat (27/5).

2 dari 2 halaman

Duet Prabowo-Puan Kelanjutan Perjanjian Batu Tulis

Hasto mengatakan, PDIP bukan partai yang meninggalkan komitmen dalam kerjasama tersebut. Dia mencontohkan, PDIP terus konsisten saat ini mengusung pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

"Kita bukan partai yang suka meninggalkan suatu komitmen di suatu kerja sama itu. Sehingga kami meyakini dengan konsistensi PDIP untuk selalu setia di dalam kerja sama sebagaimana telah ditunjukkan pada saat mengusung Pak Jokowi-Ma'ruf Amin, ini yang terus kita perkuat," kata Hasto.

Sebelumnya seorang sumber di Gerindra mengakui duet Prabowo-Puan di Pilpres 2024 tinggal menunggu waktu. Duet tersebut sudah jadi pembahasan internal. Duet ini merupakan kelanjutan dari perjanjian batu tulis.

Perjanjian Batu Tulis terjadi jelang Pilpres 2009. Kala itu, PDIP-Gerindra sepakat koalisi mengusung Megawati-Prabowo. Perjanjian berisi tentang komitmen Megawati untuk mendukung Prabowo Subianto maju di Pemilu 2014.

Baca juga:
Teriakan 'Puan Presiden' Menggema saat Acara Festival Kopi PDIP
Puan Maharani Kenang Buya Syafii: Kedekatan Kami Seperti Cucu dan Kakek
Dengar Buya Syafii Wafat, Megawati Sedih Kehilangan Sosok Sahabat dan Negarawan
Megawati Minta Pengurus PDIP di Daerah Bersiap Hadapi Pemilu 2024
Banjir Rob dan Teguran Megawati untuk Ganjar Pranowo
Pernah Ditegur Megawati soal Banjir Rob, Ganjar Dapat Saran dari Politikus PDIP
Megawati Minta Kader dan Pengurus PDIP Tak Jadikan Hasil Survei Pegangan Utama

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini