Tepis Ucapan Prabowo, Ma'ruf Amin Sebut Indonesia Dihormati di PBB

Senin, 1 April 2019 12:48 Reporter : Tim Merdeka
Tepis Ucapan Prabowo, Ma'ruf Amin Sebut Indonesia Dihormati di PBB pasukan garuda di Kongo. ©Puspen TNI

Merdeka.com - Calon wakil presiden Ma'ruf Amin, membantah pernyataan Prabowo di debat keempat Pilpres 30 Maret 2019 kemarin. Prabowo menyebut Indonesia tidak terlalu dihormati oleh negara lain.

Ma'ruf mencontohkan bagaimana Indonesia setelah tiga tahun menyuarakan, akhirnya Juni 2018, dipercaya menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) pada periode 2019-2020, dengan mendapat dukungan 144 suara.

"Saya kira tidak betul itu. Sekarang kan Indonesia menjadi anggota tak tetap di Dewan Keamanan PBB. Kalau enggak dihormati, kan enggak dipilih," ucap Ma'ruf setibanya di Bandara Juanda, Sidoarjo, Jatim untuk berkampanye ke Madura, Senin (1/4/2019).

Bukan hanya itu saja, Mustasyar Pengurus Besar Nadhatul Ulama (PBNU) ini melihat bagaimana peran diplomasi Indonesia dalam mendukung perdamaian di Afghanistan.

Dimana salah satunya, menurutnya dengan adanya pertemuan Trilateral Ulama di Bogor yang mempertemukan ulama-ulama dari Afghanistan, Pakistan dan Indonesia, sebagai awal lahirnya pertemuan ulama tingkat dunia di Jeddah, yang menghasilkan sebuah deklarasi dukungan bagi Afghanistan. Saat itu, Ma'ruf yang notabenenya sebagai Ketua Majelis Ulama Indonesia, yang turun langsung atas permintaan Presiden.

"Ulama Afghanistan pro pemerintah, anti pemerintah, dan Pakistan, kemudian ulama Indonesia. Nah, itu kita bisa mencairkan, mereka sangat menghormati Indonesia," ungkap Ma'ruf.

Dia juga menyebut bagaimana pemerintah berperan aktif dalam konflik Rohingya. Sehingga, dirinya menepis tuduhan Prabowo bahwa Indonesia tak dihormati.

"Jadi saya kira tidak benar itu, tidak menghormati itu seperti apa?, Di Rohingya kita berperan, Menlu kita aktif sekali," kata Ma'ruf mempertanyakan ucapan Prabowo.

Diketahui, soal diplomasi mengemuka dalam debat kemarin, khususnya dalam segmen keempat dan kelima. Capres nomor urut 2, Prabowo Subianto menyinggung peran diplomasi Indonesia, khususnya sebagai mediator sejumlah konflik di luar negeri, khususnya Rohingya.

"Saya menegaskan di sini, kita menjadi mediator itu baik-baik saja, kita menjadi nice guy, untuk mendamaikan, itu tidak menjadi masalah. Saya mengakui itu prestasi pemerintahan Bapak," kata Prabowo dalam debat di Hotel Shangri-La, Sabtu 30 Maret 2019.

"Tapi saya mengakui, ada hal yang tidak Anda ketahui, kita tidak terlalu dihormati di luar. Ya, karena mereka tahu Indonesia utang banyak, kekuatan lemah. Kita tidak dihormati di ASEAN atau oleh wartawan asing di Jakarta," kata Prabowo.

Reporter: Putu Merta Surya Putera

Sumber: Liputan6.com [ian]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini