Survei SSC: Gus Ipul-Anas unggul tipis dari Khofifah-Emil

Kamis, 14 Desember 2017 02:00 Reporter : Moch. Andriansyah
Survei SSC terkait Pilgub Jatim. ©2017 Merdeka.com/Moch Andriansyah

Merdeka.com - Lembaga Surabaya Survei Center (SSC) kembali mengeluarkan survei terbaru terkait Pilgub Jawa Timur 2018 di Hotel Yello, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (13/12). Hasilnya, Saifullah Yusuf (Gus Ipul)-Abdullah Azwar Anas dan Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak bakal bersaing ketat.

Hasil simulasi yang dilakukan SSC terhadap dua paslon ini, menunjukkan bahwa pasangan Gus Ipul-Anas mampu mengungguli pasangan Khofifah-Emil. Survei SSC ini menggunakan metode Startified Multistage Random Sampling dengan margin of error kurang lebih 3,2 persen dengan tingkat kepercayaan sebesar 95 persen.

Meski perolehan suara Gus Ipul-Anas unggul dari Khofifah-Emil, selisihnya tidak begitu besar. Tidak lebih dari 3 persen. Berdasarkan survei yang dilakukan 25 November hingga 8 Desember 2017, pasangan yang diusung PKB dan PDIP itu, memperoleh 36,2 persen suara.

Sementara Khofifah-Emil yang diusung Partai Demokrat, Golkar, Hanura dan NasDem yang belum menurunkan SK rekomendasinya mengantongi 33,9 persen dari total 940 responden yang tersebar di 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur.

Menariknya, kata peneliti senior SSC, Surochim Abdussalam, pada simulasi ini, justru jumlah undecided voters yang muncul. 29,9 persen responden, mengaku bahwa mereka belum menentukan pilihan final. Mereka masih bisa menjatuhkan pilihan kepada siapa saja kelak.

Surokim menilai, kedua paslon tersebut memang merupakan lawan sebanding. Keduanya memiliki plus-minus yang jika ditarungkan, maka Pilgub Jawa Timur akan terlihat sangat kompetitif.

"Kalau sudah begitu pemanfaatan momentum dan daya jangkau menyapa pemilih di Jawa Timur akan memegang faktor krusial dan sangat menentukan. Karena di sisi lain, keduanya juga sama kuat dalam citra dan reputasi, maka faktor menyapa langsung yakni kontak mata dan face to face akan menjadi penentu dalam mendapatkan dukungan pemilih," jelas Surchim.

Lebih lanjut, apabila benar Pilgub Jawa Timur 2018 kelak memang akan hanya berlangsung dengan dua paslon saja, Surochim memprediksi, bahwa pertarungan sengit keduanya akan berada di wilayah Arek dan wilayah 'merah' yaitu Madura.

"Selain itu, siapa yang kuat secara modal ekonomi dan memiliki jaringan yang baik dengan Kiai serta birokrasi menurut saya juga akan mendapatkan suara yang signifikan," ujar Dekan Fisip Universitas Trunojoyo Madura (UTN) tersebut.

Seperti diketahui, rilis hasil survei SSC bertema Pertarungan Dua Gajah, ini juga dihadiri partai pendukung masing-masing paslon, yaitu Sri Untari (Sekretaris DPD PDIP Jawa Timur) dan Renville Antonio (Sekretaris DPD Partai Demokrat Jawa Timur).

Hadir juga Anwar Sadad dari Partai Gerindra, yang pada 10 Desember 2017 kemarin memberikan surat tugas kepada La Nyalla M Mattalitti agar segera mencari partai lain untuk melengkapi 20 kursi sebagai syarat pencalonan Pilgub Jawa Timur. Karena partai besutan Prabowo Subianto ini hanya mengantongi 13 kursi di DPRD Jawa Ti [rzk]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini