Survei Indikator: PDIP 24,9%, Gerindra 11,7%, 8 Partai Tak Lolos DPR

Rabu, 3 April 2019 17:30 Reporter : Sania Mashabi
Survei Indikator: PDIP 24,9%, Gerindra 11,7%, 8 Partai Tak Lolos DPR Kampanye PDIP. ©2014 Merdeka.com/Arie Basuki

Merdeka.com - Lembaga Indikator Politik Indonesia merilis hasil elektabilitas partai politik jelang Pemilu 2019. Dalam hasil survei itu disebutkan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) masih mengungguli 16 partai peserta pemilu lainnya dengan 24,2 persen.

"Elektabilitas PDIP Desember 24,9 sekarang 24,2 persen. Selisihnya signifikan Gerindra 11,7 persen," Kata Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanudin Muhtadi di Kantornya Jalan Cikini V, Jakarta Pusat, Rabu (3/4).

Survei ini dilakukan pada 22-29 Maret 2019 dengan populasi survei seluruh warga negara Indonesia yang punya hak pilih dalam pemilihan umum yang sudah berumur 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei.

Populasi dipilih secara random (multistage random sampling) dengan jumlah responden 1220 responden sebagai sampel basis. Margin of error kurang lebih 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen dengan asumsi simple random sampling.

Responden asli sebesar 88,1 persen dan responden pengganti 11,9 persen. Metode penelitian wawancara tatap muka, kualitas kontrol wawancara 20 persen dari total sampel supervisor dengan kembali mendatangi responden terpilih (spot check).

Burhan menjelaskan, apabila dalam pemilu 2019 PDIP dapat memenangkan pileg dan pilpres secara bersamaan, maka akan menjadi rekor dalam sejarah politik Indonesia. Pasalnya, selama ini belum ada partai yang secara beruntun memenangkan pemilu.

"Kalau mampu mempertahankan (elektabilitas) itu, 17 April baru pertama partai yang mampu memenangkan berturut turut. Kalau ini bisa bakal jadi rekor pertama," ungkapnya.

Sedangkan posisi ketiga diisi oleh Partai Golkar dengan 11,5 persen. PKB dan Demokrat bersaing ketat di peringkat keempat dan kelima dengan 8,8 persen dan 8,7 persen.

"Menarik juga nih PKB dengan Demokrat. PKB 8,8 persen Demokrat 8,7 persen, keduanya bersaing ketat," ujarnya.

Setelah Demokrat, PKS menyusul dengan elektabilitas partai 6 persen. Lalu, NasDem 5,7 persen, dan PPP 4,9 persen.

Berdasarkan survei Indikator terdapat delapan partai yang diprediksi tak lolos ambang batas parlemen atau Parliamantary Treshold sebesar 4 persen. Di antaranya adalah Perindo 2,6 persen, PAN persen, Hanura 1,3 persen, PSI 1,3 persen. Partai di bawah satu persen adalah Berkarya dengan 0,8 persen, PBB 0,6 persen, Garuda 0,2 persen, dan PKPI 0,2 persen.

Burhan juga menambahkan, pemaparan tentang dukungan ke pasangan capres-cawapres berdasarkan basis partai. Kata dia, 70,6 persen PKB memilih Jokowi sedangkan 23,1 persen memilih Prabowo-Sandi. Kemudian 89,2 kader PDIP memilih Jokowi dan 7,1 memilih Prabowo-Sandi. Sebanyak 57 persen kader Golkar memilih Jokowi dan 39,1 memilih Prabowo.

Sementara partai koalisi Prabowo, 82,2 persen kader Gerindra memilih Prabowo dan 13,2 memilih Jokowi. 46,6 kader PAN memilih Jokowi dan 51,7 ke Prabowo dan 31,7 kader Demokrat memilih Jokowi. [rnd]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini