Stafsus Milenial Jokowi Dinilai Tak Perlu Masuk Istana, Cukup di Kementerian
Merdeka.com - Dedi Kurnia, pengamat politik Indonesia Political Opinion (IPO) menganggap keberadaan staf khusus milenial Presiden Jokowi tak perlu masuk Istana. Dia menilai 7 Stafsus itu seharusnya cukup bertugas kementerian.
"Stafsus milenial ini menurut saya lebih relevan kalau mereka ada di kementerian dan tidak pada tingkatan presiden atau tak masuk istana cukup di kantor menteri saja. Sebab menurut saya yang diperlukan presiden itu bukan tataran teknis, tataran teknis lebih diperlukan untuk menteri," kritik Dedi saat diskusi Polemik MNC Trijaya di Hotel Ibis Tamarin Jakarta Pusat, Sabtu (23/11).
Namun, dia menilai berlebihan jika 7 Stafsus Jokowi itu dicap sebagai gimmick politik. Menurutnya, para stafsus itu sebagai simbol Presiden Jokowi berhasil mengakomodir kalangan muda untuk duduk di Istana.
"Beliau mengakomodasi dari tingkat berbeda termasuk generasi milenial masuk ke Istana, jadi itu yang perlu kita catat," lanjut Dedi.
Jokowi Umumkan 7 Stafsus Milenial
Diketahui, Prediden Jokowi secara resmi memilih tujuh orang dari kalangan milenials yang dipercaya sebagai staf khususnya. Presiden Jokowi berharap mereka dapat menjadi teman dalam bertukar pikiran ide dan gagasan yang out of the box bagi kemajuan bangsa Indonesia:
Berikut tujuh orang stafsus tersebut:
Adamas Belva Syah Devara (29) Founder dan CEO Ruang Guru
Putri Tanjung (23) Founder dan CEO Creativepreneur.
Andi Taufan Garuda Putra (32) Founder dan CEO Amartha
Ayu Kartika Dewi (36) Pendiri Gerakan Sabang-Merauke
Gracia Billy Mambrasar (31) Pendiri Yayasan Kitong Bisa dan Duta Pembangunan Berkelanjutan Indonesia.
Angkie Yudistia (32) Pendiri Thisable Enterprise.
Aminuddin Maruf (33) Mantan Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII)
Reporter: M Radityo
(mdk/ray)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya