Sekjen Golkar Bantah Ada Pemboikotan Rapat Korbid Wilayah Timur

Kamis, 5 September 2019 22:46 Reporter : Ahda Bayhaqi
Sekjen Golkar Bantah Ada Pemboikotan Rapat Korbid Wilayah Timur Partai Golkar pecat Bowo Sidik Pangerso. ©Liputan6.com/Johan Tallo

Merdeka.com - Sekretaris Jenderal Partai Golkar Lodewijk Freidrich Paulus membantah ada pemboikotan terhadap rapat kordinator bidang (Korbid) pemenangan wilayah Indonesia timur. Lodewijk mengatakan, semua pengurus diundang.

Dia menilai, kalau yang bersangkutan tidak hadir bukan berarti memboikot. "Siapa yang memboikot? kita undang tidak datang atau berhalangan hadir jangan dikatakan boikot. Kita undang ternyata dia tidak hadir, ya udah rapat harus jalan," ujar Lodewijk di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (5/9).

Rapat korbid, kata Lodewijk tidak ada satu dua orang tidak hadir, rapat tidak bisa berjalan. Sebab, dalam rapat korbid memang juga tidak ada keputusan politik yang mengikat.

"Rapat korbid kan tidak ada cerita kuota dua orang ga ada terus rapat (dibatalkan). Sudah dibilangin tadi ga ada keputusan politik," ucapnya.

Kalau tidak hadir, kata Lodewijk hanya membuat beban pengurus lain bertambah. Misalnya kerja tiga orang harus dikerjakan satu dua orang.

"Dia hanya membuat cuma buat orang kerja cape, seharusnya kerja 3 orang, satu ga dateng, berdua kerja atau hanya satu," kata dia.

Alasan Rapat di Luar Kantor DPP

Lodewijk juga menjelaskan alasan rapat koordinator bidang (korbid) digelar di luar kantor DPP Golkar di Jakarta Barat. Menurutnya hal tersebut sesuai dengan keinginan ketua korbid masing-masing.

"Ada beberapa tempat lah sesuai permintaan korbid dimana ada yang di sana dan di sini," ujarnya.

Lodewijk menjelaskan penjagaan ketat di kantor DPP bukan alasan rapat korbid dilakukan di luar kantor. Dia pun menyebut kantor DPP diperketat karena masalah keamanan pemicunya adalah pelemparan molotov.

Menurutnya alasan rapat korbid di luar kantor karena masalah teknis. Seperti pada hari Kamis (5/9). Rapat korbid pemenangan wilayah Indonesia timur dilakukan di ruang fraksi Golkar DPR, Senayan, Jakarta Pusat. Alasannya, kata Lodewijk karena siang ini ada acara pisah sambut anggota DPR Golkar yang dipimpin ketum Airlangga Hartarto. Sehingga, kalau harus ke Slipi tempat kantor Golkar harus menembus kemacetan.

"Ya bukan itu nanti kan berikutnya. Karena ini kan ada acara tadi, kelanjutan Orang sudah di sini bolak balik lagi," jelasnya.

Sebelumnya, sejumlah pengurus Golkar memboikot rapat korbid di ruang fraksi Golkar DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (5/9). Pengurus itu adalah Sirajuddin Abdul Wahab, Cyprus A Tatali, Victor G May, Abukasim Sangadji, Marleen Petta, dan Fransiskus Roi Lewar.

Sirajuddin menjelaskan, tidak menghadiri rapat korbid karena tidak relevan dan tidak ada persiapan menuju pleno. Soal wilayah dia menolak karena tidak dilaksanakan di kantor DPP Partai Golkar.

Alasan boikot itu juga menuntut Ketum Golkar Airlangga Hartarto segera melaksanakan pleno paling lambat 10 September 2019. [bal]

Topik berita Terkait:
  1. Partai Golkar
  2. Kisruh Golkar
  3. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini