KAHMI ingin ubah pemikiran 'political oriented' jadi 'entrepreneur oriented'

Minggu, 11 Maret 2018 23:15 Reporter : Dedi Rahmadi
KAHMI ingin ubah pemikiran 'political oriented' jadi 'entrepreneur oriented' Acara KAHMI. ©2018 Merdeka.com/Zuli Hendriyanto

Merdeka.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengingatkan kepada para Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) dan Forum Alumni HMI Wati (FORHATI) agar tidak melulu membicarakan siapa yang akan jadi calon presiden dan wakil Presiden di tahun politik ini. Namun JK mengingatkan untuk memfokuskan terkait ekonomi kreatif, salah satunya entrepreneurship.

Menanggapi hal itu, Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) menggulirkan program entrepreneur guna membentuk wirausahawan mandiri yang mampu menciptakan lapangan kerja. "Sesuai dengan janji saya yaitu akan re-orientasi mental KAHMI dari pencari lapangan kerja menjadi pencipta lapangan kerja," kata Presidium KAHMI, Kamrussamad di Jakarta, Minggu (11/3).

Selama ini, Kamrussamad mengatakan pada alumni HMI sebagian besar bergabung pada partai politik atau mengikuti kegiatan politik. Kamrussamad menginginkan adanya perubahan pemikiran mengenai KAHMI dari 'political oriented' menjadi 'entrepreneur oriented' dengan menggulirkan program 'KAHMIPreneur'.

KAHMIPreneur menurut Kamrussamad, program inspiratif untuk melatih, mementoring, membuka akses permodalan, pemasaran, teknologi digital dan akses manajemen modern agar bisnis alumni HMI tumbuh, serta berkembang menjadi kekuatan kemandirian ekonomi umat.

Membangun kemandirian ekonomi umat disebutkan Kamrussamad menjadi tantangan terbesar KAHMI untuk mengubah mindset para alumni HMI. Kamrussamad juga menjanjikan penghargaan atau KAHMI entrepreneur award bagi alumni HMI terbaik menjalankan program kewirausahaan mandiri.

Seperti diketahui, badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah pendudukan miskin di Indonesia pada September 2017 mencapai 26,58 juta orang atau menurun dibanding Maret 2017 yang menembus angka 27,77 juta orang.

Data BPS juga menunjukkan jumlah pengangguran di Indonesia per Agustus 2017 mencapai 7,04 juta orang dari 128, 06 juta orang angkatan kerja.

Jumlah angkatan kerja tersebut bertambah 2,62 juta orang dibanding Agustus 2016 yang mencapau 125,44 juta orang. [ded]

Topik berita Terkait:
  1. HMI
  2. Wapres Jusuf Kalla
  3. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini