Gagal berlaga di Pilgub Sumut karena masalah ijazah, ini pembelaan JR Saragih

Senin, 12 Februari 2018 14:25 Reporter : Yan Muhardiansyah
Gagal berlaga di Pilgub Sumut karena masalah ijazah, ini pembelaan JR Saragih Sambil menangis, JR Saragih minta pendukungnya solid dan tetap tenang. ©2018 Merdeka.com/Yan Muhardiansyah

Merdeka.com - KPU Sumut menyatakan pencalonan Jopinus Ramli (JR) Saragih sebagai calon gubernur Sumut, gagal. Bupati Simalungun ini pun siap mendaftarkan gugatan dan meminta pendukungnya tetap tenang.

"(Gugatan hukum) sesegera mungkin, mungkin besok," kata JR Saragih, seusai menghadiri pleno terbuka penetapan calon gubernur dan wakil gubernur Sumut di Hotel Mercure, Medan, Senin (11/2).

JR Saragih mengklaim semua persyaratan untuk mencalonkan diri sebagai gubernur sudah dipenuhinya. Terkait ijazah SMA-nya yang menjadi persoalan, dia mengklaim sudah ada surat tertulis yang ditandangani langsung Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta.

"Kita berikan semua," ucapnya.

Pensiunan perwira menengah TNI yang pernah bertugas di Paspampres ini juga mempertanyakan keputusan KPU Sumut itu karena dia lolos dalam 2 kali pencalonannya sebagai calon Bupati Simalungun. "Orang KPUnya sama-sama kok, kenapa saya bisa mencalon di 2015," ucapnya.

Dia pun mengaku tidak mendapat pemberitahuan mengenai permasalahan syarat pencalonannya. "Masa perbaikan tidak ada pemberitahuan tentang ini," jelas JR Saragih.

Menurutnya, dia tidak perlu lagi mengklarifikasi ke Dinas Pendidikan DKI Jakarta. "Kan sudah ini, ngapain lagi, ini kan tertulis," ucapnya sembari menunjukkan surat yang ditandatangani Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta.

Saat ditanya mengenai kemungkinan adanya upaya menjegal pencalonannya, Ketua DPD Partai Demokrat Sumut ini tidak mau menjawab. "Saya nggak perlu jawab itu. Silakan teman-teman yang koreksi," ucapnya.

Pada wawancara itu, JR Saragih juga mengaku berterima kasih kepada pers dan seluruh masyarakat Sumut.

"Ada 2 juta lebih pencinta JR. Saya minta sama semua pencinta JR Ance, tetap kita melakukan yang terbaik, tidak boleh ada satu pun yang ribut," harapnya dengan suara parau seperti sedang menangis, kemudian terdiam bibirnya ditarik ke dalam mulut.

JR Saragih meyakinkan pendukungnya bahwa hukum akan berjalan. "Biarkan hukum yang berjalan. Semua kita solid. Kita tidak perlu salahkan siapa-siapa. Biarlah nanti keputusan. Masih ada di atas manusia, Tuhan," katanya.

Soal gugatan ke KPU, ini bukan kali pertama JR Saragih melakukannya. Saat Pilkada Kabupaten Simalungun pada 2015 lalu, gugatannya dimenangkan PTUN.

Dia menggugat KPU yang membatalkan pencalonannya kembali sebagai Bupati Simalungun pada 6 Desember 2015, atau 3 hari sebelum pelaksanaan Pilkada serentak 9 Desember 2015. Pencalonan bupati petahana ini dibatalkan karena ternyata ada putusan Mahkamah Agung (MA) yang menyatakan calon wakilnya, Amran Sinaga, melakukan tindak pidana.

JR Saragih-Amran Sinaga kemudian tetap dapat mengikuti pilkada yang ditunda pelaksanaannya. Mereka pun menang dan menjadi Bupati dan Wakil Bupati Simalungun. [ded]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini