Demokrat: Surya Paloh Ingin Koalisi Setara
Merdeka.com - Partai Demokrat angkat bicara terkait pernyataan Ketua Umum NasDem Surya Paloh yang mengaku tidak masalah jika koalisi dengan Demokrat dan PKS tidak terbentuk. Paloh sebelumnya mengatakan bahwa NasDem tidak ingin memaksa partai lain untuk bersama-sama mengusung Anies Baswedan di Pilpres 2024.
Demokrat melihat Surya Paloh memang menginginkan koalisi terbentuk berdasarkan asas kesetaraan. Sehingga tidak ada yang dipaksa dan memaksa.
"Pernyataan Pak Surya Paloh ini terkandung makna bahwa kerjasama dalam politik atau koalisi sebagai interaksi rasional tindakan bertujuan mestilah dibangun di atas asas kesetaraan. Dalam relasi yang setara, tak ada pihak yang dipaksa atau terpaksa," ujar Deputi Bappilu DPP Partai Demokrat Kamhar Lakumani kepada wartawan, Minggu (23/19).
Demokrat setuju dengan Paloh bahwa dalam koalisi seharusnya tidak ada yang merasa lebih tinggi. Kesepakatan harus bisa diambil bersama.
"Keputusan diambil atas kesepahaman dan kesepakatan bersama. Jadi tak boleh ada pihak yang merasa di atas atau lebih tinggi dari yang lain, itu bertentangan dengan prinsip kesetaraan yang menjadi asas kerjasama politik," ujar Kamhar.
Klaim Demokrat Penjajakan Koalisi Semakin Maju
Menurut Kamhar, NasDem, Demokrat dan PKS terus mengalami kemajuan dari segi penjajakan politik. Konsep koalisi, strategi pemenangan, dan format pemerintahan ke depan juga dibahas secara seksama.
"Memang dalam prosesnya butuh waktu, namun ada benang biru yang dipahami bersama bahwasanya Perbaikan dan Perubahan, Restorasi, dan Continuity and Change memiliki intisari atau esensi yang sama yang menjadi jiwa dan arah dari ikhtiar kerjasama politik ini," ujar Kamhar.
Demokrat memandang, pasangan calon presiden dan calon wakil presiden akan diusung koalisi perubahan. Sehingga kedua tokoh yang dipasangkan merepresentasikan semangat perubahan.
"Demokrat berpandangan bahwa Pasangan Capres dan Cawapres yang akan diusung Koalisi Perubahan sebaiknya keduanya benar-benar merepresantasikan semangat perubahan, mendapat dukungan publik, dan saling melengkapi untuk memastikan kemenangan pada Pilpres 2024," ujar Kamhar.
Sebelumnya, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin mengaku tertarik untuk mengajak PKS bergabung dengan koalisi Gerindra-PKB. Kata dia, pendekatan sedang dilakukan kepada PKS.
"Terus kita pendekatan. Saya berharap PKS bisa masuk," ujar Cak Imin dikutip dari keterangannya pada Minggu (23/10).
Cak Imin berharap koalisi dengan Gerindra bertambah anggota. Untuk itu PKB tengah terus mengupayakan lobi-lobi politik agar ada tambahan anggota. Salah satunya telah dilakukan kepada PDI Perjuangan.
"Terus terus, kita terus melakukan lobi-lobi dengan partai-partai lain, supaya anggota koalisi kita semakin banyak," ujar dia.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya