Ahok: Bakat pencitraan kaga ada gue
Merdeka.com - Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut dua Basuki Tjahaja Purnama tidak terlalu terganggu dengan adanya survei yang menyebutkan elektabilitasnya menurun. Sebab menurutnya, yang terpenting adalah ketika pemungutan suara pada 15 Februari 2017 mendatang.
Basuki atau akrab disapa Ahok ini mengatakan, sebenarnya tidak memiliki bakat untuk kampanye agar elektabilitasnya naik. Ahok ngaku sebenarnya memilih kerja dibandingkan cuti, sebab dia merasa memiliki bakat itu.
"Ya itu sih tergantung masyarakat saja ya pas tanggal 15 Februari. aku mah gak punya bakat kampanye, kalau lawan kan sudah kampanye duluan. Kalau saya kan memang bakatnya kerja, apalagi bakat pencitraan kaga ada gue," katanya di Jagakarsa, Jakarta Selatan, Senin (31/10).
Mantan Bupati Belitung Timur ini mengungkapkan, sebenarnya banyak pekerjaan yang dapat dilakukan jika tidak harus cuti. Alhasil dia sembari mengisi waktu luang untuk melakukan evaluasi program kerjanya yang sudah dan tengah berjalan.
"Ya ini evaluasi aja atas hasil kerja selama 4 tahun. Kita cek kerjaan kayak apa, ada yang bagus, yang gak bagus nanti kayak apa. Kan saya masih (gubernur) sampai Oktober 2017," terangnya.
Ahok menjelaskan, hasil pantauannya di lapangan nantinya akan menjadi koreksi untuk programnya ke depan. Harapannya ini dapat menghasilkan program yang lebih optimal dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
"Makanya kita evaluasi, mana yang kurang kita kebut, yang mesti diperbaiki ya kita perbaiki," tutupnya.
Ahok mengaku, sebagai petahana dirinya sudah tidak mungkin lagi membuat janji-janji. Sehingga dia kini memilih untuk melakukan evaluasi lapangan terhadap program kerjanya yang sudah atau tengah berjalan.
"Kalau kampanye saya mau ngomong apa sama orang? Kalau orang lain pasti bilang, 'saya mau, saya akan'. Kalau saya kan fakta, kerja 4 tahun apa hasilnya," katanya.
Mantan Bupati Belitung Timur ini mengungkapkan, kini dirinya hanya tinggal menyerap aspirasi langsung dari masyarakat untuk dijadikan program kerja. Namun, dia mengharapkan, warga ibukota bersabar mengingat itu semua memerlukan waktu.
"Tinggal kita bilang ini butuh waktu lagi apa gak. Kalau ditanya kenapa saya nyalon lagi? Kalau cuma sampe oktober 2017 ini baru Jakarta-nya masih kurang kenceng gitu ngomongnya. Kalau sampai lima tahun lagi baru INI BARU JAKARTA," tegasnya. (mdk/hhw)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya