Walkot Bekasi sindir Taufik: Nanti tak bisa hidup di DKI karena ketimbun sampah
Merdeka.com - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta M Taufik sempat menyinggung Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi yang meminta dana hibah ke DKI. Taufik menyoal kabar usulan Rp 2 triliun yang diajukan Kota Bekasi dengan dalih hibah kemitraan.
"Saya sampaikan ke Pak Gubernur, persoalan kerja sama ini bukan persoalan pengajuan dana hibah. Itu adalah tanggung jawab dari kerja sama terhadap dampak yang ditimbulkan," kata Wali Kota Bekasi Rahmat, Selasa (23/10).
Ia mengatakan, jumlah sampah DKI yang dibuang ke TPST Bantargebang mencapai 7.000 ton setiap hari. Menurut dia, hanya Kota Bekasi yang bersedia menampung ribuan ton sampah produksi warga DKI.
"Kalau pemahaman sama, enggak ada lagi anggota DPRD yang bilang 'emang duit emak lu'," ujar Rahmat.
Menurut dia, jika TPST Bantargebang ditutup selama sebulan, maka setiap hari sampah 7.000 ton akan menumpuk di DKI. "Yang bilang kata emak lu itu (M Taufik), nanti enggak bisa hidup di DKI karena ketimbun sampah, tolong hati-hati jangan melukai warga Bantargebang," ujar Rahmat.
Menurut Rahmat, dalam mengelola sampah DKI harus ada kesepahaman bersama. Ia sepakat bahwa DKI itu merupakan Ibu Kota Republik yang sama-sama harus dijaga.
(mdk/eko)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya