Pembuatan film G30S/PKI versi milenial diyakini tak ubah substansi
Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengusulkan film Pengkhianatan G30S/PKI dibuat versi untuk generasi milenial. Sekjen Partai NasDem Johnny G Plate menilai usulan presiden itu justru banyak diputarbalikkan bahwa Kepala Negara akan merubah isi dari film tersebut.
Johnny berpendapat film Pengkhianatan G30S/PKI besutan Arifin C Noer sudah lewat generasi. Serta, durasi empat jam terlalu lama. Sehingga butuh penyegaran untuk dapat diterima pemuda masa kini.
"Tetapi di kelompok milenial yang tidak tahu sejarahnya dulu perlu dikomunikasikan dengan gaya milenial bukan merubah subtansinya. Presiden tidak maksud itu apalagi diminta sejarah yang terbalik dari film yang lama," ujar Johnny di DPP Nasdem, Jalan Gondangdia, Jakarta Pusat, Selasa (26/9).
Lebih lanjut, Johnny menjelaskan maksud presiden adalah memperingatkan bahwa tidak ada lagi komunisme di Indonesia. "Presiden bilang komunisme tidak ada lagi di indonesia, jangan muncul begitu," imbuhnya.
Johnny mendukung nonton bareng (nobar) film Pengkhianatan G30S/PKI. Sebab, menjadi penting bagi para pemuda untuk mengetahui sejarah bangsanya sendiri.
Ia merasa aneh dengan pihak yang kerap mengkritik pemutaran film tersebut. Apalagi dengan pihak yang meragukan kebenaran film tersebut.
"Bisa tidak bayangkan kalau TNI AD kalah dulu, apa yang terjadi dengan Indonesia. Coba kita balik, kami punya kepentingan jaga pancasila, kami tidak mau pancasila itu kalah," kata dia.
(mdk/rzk)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya