Tudingan Waketum Gerindra dalam Kasus Narkoba Andi Arief Tak Mendasar
Merdeka.com - Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief kembali membuat heboh. Namun, kali ini bukan dari pernyataan tajam seperti biasa, melainkan terkait kasus penyalahgunaan narkotika.
Penangkapan itu disebut Waketum Gerindra Arief Poyuono sebagai bukti kegagalan pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam pemberantasan narkoba. Komunitas Ksatria Airlangga menilai tudingan Arief tak mendasar.
"Pernyataan itu jelas tendensius, inisuatif dan bisa dibaca sebagai upaya mengkambinghitamkan pemerintahan Jokowi atas tindakan individual yang dilakukan seorang pengurus partai pendukung kubu Prabowo," kata Koordinator Ksatria Airlangga Teguh Prihandoko dalam keterangan tertulis, Selasa (5/3).
Sebaliknya, ia menilai tertangkapnya Andi Arief upaya serius pemerintah memberantas peredaran narkoba. Dalam pandangan Teguh, selain salah sasaran pernyataan Waketum Gerindra itu juga memalukan. "Kita jadi tahu, bagaimana kualitas politisi kita yang begitu gampang memelintir fakta demi kepentingan kelompoknya."
Karena itu Teguh mendesak kepolisian untuk memprioritaskan penyelidikan kasus Andi Arief ini agar masyarakat tahu kejadian yang sebenarnya. Ia meminta para politisi tidak bicara sembarangan karena publik sudah cerdas untuk menilai siapa yang gemar memutarbalikkan fakta.
Sementara itu deklarator Komunitas Ksatria Airlangga, Heru Hendratmoko menilai politisi mestinya bisa menjadi contoh terutama bagi anak muda sebagai pemilik masa depan. Bukan malah menjadi pemakai.
"Bayangkan, data Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mencatat dari 87 juta populasi anak di Indonesia, 5,9 juta di antaranya sudah menjadi pecandu narkoba. Mereka jadi pecandu karena terpengaruh orang-orang terdekatnya."
Sebelumnya, Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Muhammad Iqbal menilai, Andi Arief bisa disebut sebagai korban narkoba. Polisi pun sangat prihatin dengan penyebaran narkoba yang terjadi saat ini.
"Bisa dikatakan korban, polisi sedang gencar-gencarnya demi menyelamatkan semua warga negara untuk bebas dari narkoba," kata Iqbal di Mabes Polri, Jakarta, Senin (4/3).
Iqbal memastikan, hanya Andi Arief yang diamankan dari hotel. Dia meminta sejumlah isu yang beredar di masyarakat tak ditelan mentah-mentah karena belum tentu benar.
Soal nasib Andi Arief, Iqbal menilai, kemungkinan akan dilakukan rehabilitasi. "Kemungkinan direhab, karena ini korban," katanya.
(mdk/rhm)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya