Terpidana Korupsi Proyek Kebun Karet di Riau Kembalikan Duit Rp191 Juta

Sabtu, 23 November 2019 00:32 Reporter : Abdullah Sani
Terpidana Korupsi Proyek Kebun Karet di Riau Kembalikan Duit Rp191 Juta Ilustrasi uang. ©2013 Merdeka.com/shutterstock.com/rineca

Merdeka.com - Tengku Ismail Yusuf, mengembalikan uang kerugian negara. Uang yang dikembalikan sebesar Rp191 juta lebih.

Ismail merupakan terpidana korupsi proyek peremajaan kebun karet rakyat pada Dinas Perkebunan Riau.

"Yang menyerahkan uang itu ke kami adalah keluarga Ismail. Totalnya Rp191.891.576," ujar Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Pekanbaru, Yuriza Antoni, Jumat (22/11).

Menurut Yuriza, pengembalian kerugian negara itu sesuai dengan putusan majelis hakim Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Pekanbaru. Hakim menghukum Ismail dengan penjara 4 tahun, denda Rp200 juta atau subsider 2 bulan kurungan.

"Selain itu, dia juga diwajibkan membayar uang kerugian negara sebesar Rp191.891.576, subsidair 1 tahun. Vonis itu dikuatkan oleh PT (Pengadilan Tinggi) Pekanbaru sampai inkrah," kata Yuriza.

Yuriza menegaskan, pihaknya bekerja keras mengembalikan kerugian negara dalam tindak pidana korupsi. Uang yang dikembalikan akan disetorkan ke kas daerah.

Ismail pernah jadi buronan kejaksaan. Dia dieksekusi tim gabungan Pidana Khusus dan Intelijen Kejaksaan Negeri Pekanbaru di kediamannya, di Jalan Nuri I Perumahan Sidomulyo, Pekanbaru, Selasa malam 6 Maret 2018.

Sebelum menemukan Ismail, tim harus bolak-balik melakukan pencarian. Berdasarkan informasi awal, pria berusia 50 tahun itu berada di Sidomulyo tapi tidak ditemukan. Dia selalu berpindah tempat di Pekanbaru.

Tengku Ismail didakwa melakukan dugaan korupsi pengembangan dan peremajaan kebun karet rakyat di Dinas Perkebunan Riau tahun 2006-2007 dengan anggaran Rp5,7 miliar. Kebun karet dibangun di Kampar, Dumai, Kuantan Singingi, Siak dan Indragiri Hulu.

Dalam kasus ini, Ismail sebagai Kuasa Direktur PT Panisupa Graha. Namun, perjalanan proyek menimbulkan penyimpangan.

Pembayaran telah dilakukan 100 persen, sementara proyek belum seluruhnya selesai hingga negara dirugikan Rp890 juta.

Perkara ini juga menjerat mantan Kepala Sub Bidang (Kasubbid) di Disbun Riau, Raja Zahedi Raja Zahedi, dan kuasa Direktur PT Duta Karya Mas, Zalman Zas. Keduanya juga sudah menjalani hukuman. [gil]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Kasus Korupsi
  3. Pekanbaru
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini