Tekan beban operasional, Pemkot Bekasi merger 6 sekolah dasar
Merdeka.com - Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat, menggabungkan enam sekolah dasar di wilayah setempat menjadi tiga sekolah. Hal itu dilakukan untuk mengefisiensi anggaran operasional dan tenaga pendidik.
"Kalau jumlah muridnya sedikit bisa membebani anggaran operasional, di samping itu jumlah guru masih belum ideal," kata Kepala Bidang Pendidikan Dasar pada Dinas Pendidikan, Kota Bekasi, Krisman Irwandi di Bekasi, Senin (27/11).
Adapun sekolah yang dimerger tersebut antara lain, SDN Medansatria 4 dan 8 menjadi SDN Medansatria 4, kemudian SDN Pejuang 4 dan 2 menjadi SDN Pejuang 2, dan terakhir SDN Margahayu 2 dan 5 menjadi SDN Margahayu 5.
"Dengan merger, kekurangan tenaga pendidik bisa ditekan, karena guru dari sekolah yang dimerger bisa dipindahkan ke sekolah lain yang masih kekurangan guru," kata Krisman.
Data dari Dinas Pendidikan, jumlah sekolah dasar negeri di wilayah setempat saat ini mencapai 419 tersebar di seluruh Kota Bekasi, dengan jumlah murid mencapai 199.002. Artinya, satu sekolah terdapat 16 guru, baik itu guru kelas, agama, dan olahraga.
"Presentasinya, guru PNS 40 persen, dan gurun non-PNS 60 persen. Merger untuk memeratakan sebaran guru PNS," katanya.
Krisman menambahkan, pihaknya akan terus melakukan merger SD bagi sekolah yang jumlah muridnya tak lebih dari 180 siswa. Pihak UPTD kini sedang memetakan sekolah-sekolah yang berpotensi dimerger.
"Kendala merger biasanya mendapatkan penolakan dari orang tua siswa, karena setelah merger letak sekolah dengan tempat tinggal menjadi jauh," katanya. (mdk/fik)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya