Tanggap Darurat Berakhir, Pengungsi Demo Rusuh di Penajam Masuk Masa Pemulihan
Merdeka.com - Pemkab Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, hari ini resmi menutup masa tanggap darurat 14 hari pascaunjukrasa berujung pembakaran rumah, Rabu (16/10) lalu. Penanganan korban terdampak, di antaranya pengungsi, masuk masa pemulihan.
Selama dua pekan ini, pengungsi tinggal di mess gedung PKK kabupaten PPU. Selama itu, semua prosedur penanganan pengungsi melibatkan banyak pihak, dan dilakukan maksimal.
"Iya, hari ini tanggap darurat ditutup Pak Wakil Bupati (Hamdam) genap 14 hari. Pengungsi mendapatkan bantuan uang tunai, di antaranya digunakan menyewa rumah, dan sembako keperluan beberapa bulan ke depan," kata Kasubbid Logistik dan Peralatan BPBD Kabupaten PPU, dikonfirmasi merdeka.com, Selasa (29/10) malam.
Nurlaila menerangkan, sebelumnya, BPBD PPU dan tim lainnya, juga telah memberikan pemahaman kepada pengungsi, korban terdampak peristiwa dua pekan lalu. "Kita berusaha memandirikan korban terdampak. Di pengungsian bukan masalah terbatas dan lainnya," ujar Nurlaila.
"Tapi memang harus berakhir. Bantuan yang diberikan, sampai bisa melihat tindakan apa yang bisa dilakukan pada proses transisi. Dari tanggap darurat ke pemulihan ini," tambah Nurlaila.
Diterangkan Nurlaila, masa pemulihan diantaranya identifikasi dan kajian lapangan terkait program pemerintah ke depan, untuk rencana rehabilitasi, dan merekonstruksi bekas lokasi dan bangunan yang terbakar. "Melakukan identifikasi kepemilikan lahan. Kemudian tekait dengan apakah perlu dibangunkan lagi, atau relokasi," sebut Nurlaila.
"Alhamdulillah, tidak ada yang sakit selama di pengungsian. Karena pelayanan kesehatan 24 jam. Semua penanganan dalam masa tanggap darurat bisa terpenuhi. Mereka (pengungsi) bisa menerima kondisi ini," ucap Nurlaila.
Untuk diketahui, dari peristiwa kerusuhan Rabu (16/10), di 3 RT 6,7 dan 8, tercatat antara lain 81 rumah terbakar, 21 bangunan tempat usaha ikut terbakar, beserta bangunan sekolah. Selain itu, aksi massa juga mengakibatkan 12 motor dan 3 mobil terbakar. Tercatat, ada 352 jiwa dari 94 KK mengungsi karena kehilangan tempat tinggal. Kerugian materi dari peristiwa itu mencapai Rp7,3 miliar.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya