Takut, sebagian warga Kediri menguruk sumur yang mendadak ambles
Merdeka.com - Sebagian warga di Dusun Dorok, Nanas dan Jambean, Desa Manggis Kecamatan Puncu menutup sumur yang ambles menggunakan tanah uruk. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi adannya korban.
Sebab BPBD telah memberikan peringatan agar warga menjauh 4 meter dari lokasi amblesnya sumur. Banyaknya aksi warga menguruk sumur berdampak pada kekurangan pasokan air minum warga.
Warga Dusun Nanas, Desa Manggis, Suwarni mengatakan, setelah sumurnya ambles kini dia hanya mengandalkan pasokan air dari pemerintah daerah. Tetapi karena jumlah kiriman air belum mencukupi, dia terpaksa meminta para tetangga yang sumurnya masih berfungsi.
"Seperti ini untuk mencuci pakaian terpaksa di depan rumah karena menggunakan air dari bantuan. Semoga saja bantuan bisa datang setiap hari. Karena kalau sampai tidak datang sehari saja, kami tidak sulit mendapatkan air. Sebab, beberapa tetangga juga mengalami hal sama," ujar Suwarni ditemui di rumahnya, Jumat (28/4).
Beberapa hari semenjak sumurnya tidak dapat dimanfaatkan, warga mengaku sangat kesulitan. Bahkan, ada di antara mereka yang mengaku terpaksa mengkonsumsi tadahan air hujan dari atap rumahnya. Peristiwa ini dialami oleh Mislan, warga Dusun Nanas yang lainnya.
Menurut pria berusia 46 tahun ini, dia bersama keluarga terpaksa harus berjalan satu kilometer masuk ke hutan untuk mencari air bersih karena waktu itu dropping air belum datang.
Mislan menjelaskan, kebutuhan air bersih tidak hanya dipergunakan oleh dirinya dan keluarga semata, melainkan juga bagi hewan peliharaanya yang membutuhkan air bersih untuk dikonsumsi
"Hampir semua warga yang ada di Dusun Nanas memiliki peliharaan hewan sejenis sapi dan kambing. Kami berharap pemerintah terus memberikan dropping air sampai kami bisa membuat sumur lagi," pinta Mislan.
PT Gudang Garam Tbk, melihat hal tersebut langsung turun tangan. Melalui Kasubag Humas PT GG Tbk, Iwhan Tri Cahyono menjelaskan bahwa pihaknya menyumbangkan 11 ribu liter air bersih 5 unit tandon air PVC kapasitas masing-masing 600 liter.
"Semoga ini bisa membantu yang menjadi kendali bagi masyarakat yakni kekurangan air bersih," kata Iwhan, Jumat sore (28/4).
Berdasarkan kajian sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kediri puluhan sumur ambles di Dusun Dorok, Nanas dan Jambean, Desa Manggis Kecamatan Puncu bertambah dari semula 60 kini jadi 88 titik.
Seperti diberitakan sebelumnya, masyarakat di Dusun Nanas, Desa Manggis, KecamatanPuncu, Kabupaten Kediri digegerkan dengan fenomena alam yang mengagetkan. Puluhan sumur warga tiba-tiba ambles.
(mdk/msh)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya