Tak bisa masuk rest area, pemudik istirahat dan makan di pinggir tol Cikampek

Rabu, 13 Juni 2018 18:36 Reporter : Nur Habibie
Kepadatan pemudik di rest area tol cikampek. ©2018 Merdeka.com/Nur Habibie

Merdeka.com - Dua hari jelang Hari Raya Idul Fitri 1439 hijriah, sepanjang tol Jakarta-Cikampek dipadati pemudik dengan menggunakan mobil pribadi maupun bus AKAP. Pantauan merdeka.com, kemacetan mulai terjadi dari Kilometer 19 hingga Kilometer 54. Hampir setiap kendaraan hanya bisa melaju dengan kecepatan 20 sampai 30 kilometer per jam.

Widya (24), salah seorang pemudik mengaku perjalanan ke Banyumas kali ini sangat lama. dari mulai KM 19 hingga KM 37 harus ditempuh selama 4 jam. Lelah di perjalanan, namun Widya dan keluarga sulit mendapatkan tempat untuk beristirahat.

Hampir di setiap rest area terjadi penumpukan kendaraan. Rest area di KM 19 ditutup karena sudah terjadi penumpukan kendaraan. Hal sama juga terjadi di rest area KM 34. Di rest area KM 39, meskipun terjadi penumpukan akan tetapi tetap dibuka dan tak dilakukan penutupan.

Lantaran sudah terlalu lelah, warga asal Depok ini terpaksa menepikan kendaraannya di pinggir ruas jalan tol menuju arah Tambun.

"Tadi pas berhenti buat pada makan sama keluarga, eh tiba-tiba petugas tol lewat, lalu berhenti. Soalnya disangka mogok kendaraan kita. Pas tahu kita lagi pada makan, mobil petugasnya jalan lagi," cerita Widya kepada merdeka.com di KM 39, Rabu (13/6).

Sementara itu, salah seorang petugas yang berjaga di lokasi atau di rest area KM 39 menuturkan, kemacetan mulai terjadi sejak dari pagi sekitar pukul 06.00 WIB. Namun, kemacetan saat itu tak terlalu parah dibanding pada siang hari ini.

"Tadi sih di sini (rest area KM 39) penumpukan cuma sampai jam 10 saja dan sempat longgar. Cuma ini menumpuk lagi dari jam 12 siang. Mungkin karena istirahat makan siang sama salat," ujar salah seorang petugas saat berbincang dengan merdeka.com di rest area KM 39.

Dia mengungkapkan, terjadinya penumpukan kendaraan di setiap rest area dikarenakan para pengendara yang memarkirkan kendaraannya tak sesuai dengan tempat yang sudah disediakan alias parkir di sembarang tempat.

"Ini macet di setiap rest area karena pada parkirnya sembarangan. Mungkin niat pada mau salat sama makan tapi berhentinya ngacak. Petugas sih ada, cuma kan kalah banyak sama kendaraan. Jadinya enggak bisa terpantau semua," ucapnya. [noe]

Topik berita Terkait:
  1. Arus Mudik
  2. Mudik 2018
  3. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini