Sultan HB X Tak Masalah Perantau Mudik ke DIY

Senin, 30 Maret 2020 20:25 Reporter : Purnomo Edi
Sultan HB X Tak Masalah Perantau Mudik ke DIY Sultan Hamengku Buwono X. ©2020 Merdeka.com/Antara

Merdeka.com - Di tengah maraknya persebaran Virus Corona, marak masyarakat dari Jakarta dan sekitarnya mudik ke daerah asal. Salah satu daerah tujuan dari para pemudik adalah DI Yogyakarta. Tercatat sejak lima hari terakhir, sekitar 70.000 perantau pulang ke DIY.

Kepala Pelaksana BPBD DIY, Biwara Yuswantana mengatakan Dishub DIY melakukan pemantauan di terminal, bandara dan stasiun.

"Sampai hari ini data yang terkumpul di Dishub 70.875 orang. 70 ribu lebih dalam waktu rentang 5 hari baik itu melalui moda kereta api, bus, pesawat," ujar Biwara, Senin (30/3) di Kantor BPBD DIY.

Terkait banyaknya perantau yang datang ke DIY, Biwara menyebut Pemda DIY memberdayakan pemerintah desa untuk melakukan pendataan. Pendataan ini dinilai penting sebagai pijakan data bagi Pemda DIY.

Biwara menjabarkan bahwa Pemda DIY membentuk posko-posko gabungan di pintu masuk ke DIY. Posko gabungan ini dijaga oleh TNI, Polri, Dishub dan Dinkes DIY.

"Dilakukan thermogun, pendataan, dan penyemprotan terhadap kendaraan yang masuk terminal. Kita upayakan meminta pemerintah pusat ada ketentuan bus-bus harus masuk terminal dan menurunkan penumpang di terminal," urai Birawa.

Menanggapi maraknya masyarakat perantau yang mudik, Gubernur DIY Sri Sultan HB X angkat bicara. Sultan HB X mengaku tak mempermasalahkan terkait maraknya pemudik yang kembali ke DIY.

"Saya tidak mempersoalkan mudiknya. Yang saya persoalkan ki (ini) pemudik itu wong mau ketemu saudaranya mau ketemu ke tempatnya kok nggak boleh? Biarin aja. Yang penting dia bisa kontrol dan bisa mendisiplinkan diri untuk tidak menular kalau dia positif (Corona)," katanya di Kantor Gubernur DIY, Senin (30/3).

Sultan HB X menerangkan, bisa saja para pemudik yang kembali ke daerah ini karena mengalami kesulitan ekonomi di perantauan. Bisa pula pemudik itu tak ada pekerjaan dan beban hidup tinggi.

"Saya tidak mempersoalkan pendatang atau tidak. Dia motivasinya jadi pendatang apa? Belum tentu mau mudik kan belum tentu mau ketemu keluarga. Mungkin karena dia pedagang di Jakarta zona merah tidak laku dagangannya daripada begitu terus pulang. Mungkin di Jakarta di-PHK, ya lebih baik (pulang) daripada beban hidupnya Jakarta mahal mulih wae. Mosok mulih ora oleh (masak pulang tidak boleh)," tegasnya.

Dia mengakui temuan kasus positif Corona di DIY adalah karena imported case atau kasus import. Sultan menjelaskan, jika imported case ini bermula saat orang Yogyakarta keluar daerah dan pulang membawa virus.

"Sebelum 10 hari dari sekarang 300-400 saja ODP. Tapi sampai sepuluh hari terakhir ini jadi 1.870 (ODP) mayoritas itu pendatang," tutupnya. [fik]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini