Sowan ke TNI AU, Ormas PP minta maaf soal pengeroyokan di Bekasi

Rabu, 28 Maret 2018 15:53 Reporter : Adi Nugroho
Sowan ke TNI AU, Ormas PP minta maaf soal pengeroyokan di Bekasi Ilustrasi Bentrokan. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Ormas Pemuda Pancasila (PP) bertandang ke Markas TNI Angkatan Udara (AU) di Halim Perdanakusuma di Jakarta Timur. Rabu (28/3). Mereka datang untuk meminta maaf terkait anggota yang melakukan pengeroyokan terhadap Praka Ade Septiyanto di Jatiasih, Bekasi.

"Saya sowan, sekaligus menjalin perdamaian dengan TNI AU, tadi sudah bertemu dengan Letkol Yos Paskas TNI AU, Pak Dedi," kata Ketua PP Kota Bekasi, Ariyes Budiman, Rabu (28/3).

Secara pribadi dan organisasi, Ariyes meminta maaf kepada instansi tersebut. Permintaan maaf itu menyusul adanya pengeroyokan oleh anggotanya terhadap Praka Ade yang nyambi jualan durian di depan Giant Jatikramat pada Kamis (22/3) dini hari pekan lalu.

Korban Praka Ade Septiyanto dan Hendrik Kereh dikeroyok gara-gara tidak memberi sembilan durian yang diminta belasan pemuda yang mengaku sebagai anggota Ormas Pemuda Pancasila.

Sementara itu, posko dan mobil milik Pemuda Pancasila di Jalan Raya Gemprit RT 10 RW 14, Kelurahan Jatiwaringin, Pondok Gede, Kota Bekasi, dibakar sejumlah orang. riyes tak ingin mengaitkan pengeroyokan itu dengan peristiwa pembakaran pos dan mobil. Ia mengatakan, semua kasus tersebut diserahkan sepenuhnya kepada polisi agar diungkap.

"Kami juga membantu polisi untuk menangkap anggota kami yang terlibat pengeroyokan," kata dia.

Diketahui, Prajurit Kepala Ade Septiyanto dari TNI AU mengalami luka memar di wajah dan punggungnya karena dipukuli menggunakan buah durian. Pelakunya adalah sekelompok pemuda mengaku sebagai anggota organisasi masyarakat. Peristiwa pengeroyokan itu bermula ketika korban Ade sedang berjualan durian di depan pusat perbelanjaan Giant Jatikramat, Kecamatan Jatiasih pada Kamis (22/3) dini hari sekitar pukul 01.30 WIB.

Tak lama kemudian datang sekelompok pemuda berjumlah sekitar 15 orang mengaku sebagai anggota ormas, satu diantaranya teridentifikasi bernama M. Aldi Pratama. Pemuda 19 tahun itu belakangan diciduk polisi karena turut melakukan pengeroyokan kepada korban.

Sampai di lokasi, M. Aldi cs meminta durian kepada korban sebanyak sembilan buah. Ade menolak, karena yang diminta kebanyakan. Ade berdalih bahwa berdagang membutuhkan modal, sehingga jika diminta banyak menyebabkan kerugian.

Rupanya ucapan Ade membuat para pelaku tersinggung. M. Aldi mendorong Ade, hingga keduanya terlibat saling dorong. Tak lama kemudian, kawan Ade, Hendrik Kereh ke lokasi. Tetapi, kedua korban tetap diserang dengan dilempar dan dipukul menggunakan buah durian hingga luka-luka.

Para pelaku melarikan diri setelah peristiwa itu mengundang perhatian warga. Korban kemudian melapor ke Polres Metro Bekasi Kota. Hasil identifikasi, dan visum korban Ade mengalami luka memar di wajah dan punggung akibat pukulan durian. [rzk]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini