Sekaten dimulai, Kiai Guntur Madu dan Kiai Guntur Sari mulai ditabuh

Jumat, 24 November 2017 19:34 Reporter : Arie Sunaryo
Sekaten dimulai, Kiai Guntur Madu dan Kiai Guntur Sari mulai ditabuh Grebeg Mulud di Keraton Surakarta. ©2017 Merdeka.com/arie sunaryo

Merdeka.com - Alunan Gendhing Rambu dari gamelan Kiai Guntur Madu yang dilanjutkan dengan Gending Rangkung dari gamelan Kiai Guntur Sari, menandai dimulainya tradisi Sekaten atau Grebeg Mulud di Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat

Kedua gamelan pusaka tersebut akan ditabuh selama sepekan kedepan dan hanya berhenti saat waktu salat. Khusus malam Jumat, gamelan juga tidak ditabuh. Tradisi Sekaten dilaksanakan dalam rangka menyambut hari kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Gamelan milik Keraton Kasunanan Surakarta dikeluarkan dari tempat penyimpanan sekitar pukul 09.30 Wib. Puluhan sentana dan abdi Dalem membawa gamelan keluar keraton melalui Kori Kamandungan menuju Masjid Agung. Namun prosesi Ungeling Gongso (gamelan mulai ditabuh) baru dilakukan usai salat Jumat.

Sebelum ditsbuh terlebih dulu dibacakan sejarah Sekaten oleh utusan Raja Keraton Solo Paku Buwono (PB) XIII Hangabehi, yakni GPH Dipokusumo atau akrab disapa Gusti Dipo yang menjabat Pengageng Parentah Keraton Kasunanan Surakarta.

Saat gamelan Kiai Guntur Madu, ratusan pengunjung yang sudah menanti sejak pagi langsung nerangsek dan berebut janur yang dipasang di Bangsal Pradangga utara dan selatan, tempat gamelan diletakkan.

Sejumlah pengunjung, terutama ibu-ibu mengunyah daun sirih sembari mendengarkan alunan bunyi gamelan. Kedua gending yang dimainkan merupakan gending baku yang dibunyikan sejak zaman Sunan Kalijaga di Kerajaan Demak. Dalam tradisi ini, ada sejumlah barang identik dengan sekaten pun dijual. Diantaranya pecut (cambuk), endog amal atau telur asin serta daun sirih.

Puncak acara Sekaten akan diisi dengan diaraknya gunungan kembar jaler estri pada Jumat pekan depan. Gunungan akan diarak dari dalam keraton menuju depan Masjid Agung untuk dibagikan ke pengunjung. [rhm]

Topik berita Terkait:
  1. Tradisi Jawa
  2. Surakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini