Sahur di Sumut Mati Lampu, PLN Minta Maaf
Merdeka.com - Mati lampu terjadi di Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) pada hari keempat Ramadan 1440 H, Kamis (9/5) dinihari. Pasokan listrik baru berangsur pulih menjelang subuh.
Listrik padam dilaporkan terjadi hampir di semua lokasi di Kota Medan sekitarnya. Durasinya tak sama, namun semua terjadi saat umat Islam sedang mempersiapkan atau tengah menyantap makan sahur.
"Di kawasan Mandala, listrik baru menyala sekitar azan subuh," kata Puji (31), seorang warga.
Sementara pihak PLN meminta maaf atas kejadian ini. Lewat siaran persnya, perusahaan pelat merah ini menyatakan telah melakukan pemulihan cepat kerusakan yang terjadi pada beberapa pembangkit pada sistem kelistrikan Sumatera Bagian Utara.
"Setelah diselidiki, kerusakan terjadi pada Current Transformer (CT), peralatan yang mengubah besaran arus dari besar ke kecil ataupun sebaliknya sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan, dengan arus 150kV," kata Manager Komunikasi PLN UIW Sumatera Utara Rudi Artono.
Dia mengatakan, beberapa pembangkit seperti PLTU Nagan Raya 1 dan 2, PLTU Pangkalan Susu 2, PLTGU Belawan, ST 2.0, PLTG Marine Vessel Power Plant dan Belawan, serta PLTD AKE mengalami trip atau padam. Untuk mengatasinya harus dilakukan recovery dengan waktu yang cukup lama.
"Sedang dilakukan pemulihan bertahap, mohon maaf jika waktu sahur menjadi terganggu," kata Rudi.
Rudi juga mengatakan bahwa sudah dilakukan pemulihan pada pukul 03.26 Wib pada Pembangkit Listrik Island Inalum yang sudah sinkron dengan Subsistem SBU, serta pada Pukul 03.44 Wib semua gardu induk di Aceh sudah recover dan dapat beroperasi kembali.
"PLN berupaya cepat dalam memulihkan sistem kelistrikan di Sumbagut dan PLN meminta maaf atas ketidaknyamanannya dalam penggunaan listrik di waktu subuh ini. Diharapkan sebelum beraktivitas pagi, seluruh sistem kelistrikan Sumbagut bisa pulih kembali," sebut Rudi.
(mdk/rhm)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya