Puti ungkap kejayaan Indonesia masa lalu di Negeri Sakura

Jumat, 19 Januari 2018 10:31 Reporter : Arif Ardlyanto
Puti ungkap kejayaan Indonesia masa lalu di Negeri Sakura Puti Guntur Soekarno menghadiri di Universitas Kokushikan di Setagaya, Tokyo Jepang. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Pergerakan calon Wakil Gubernur Jawa Timur Puti Guruh Soekarno di dunia Internasional semakin terlihat. Dalam forum diskusi di Universitas Kokushikan Jepang, pasangan Gus Ipul ini membeberkan perjuangan sang Proklamator RI, Soekarno untuk Indonesia.

"Rakyat Indonesia dalam waktu panjang mengalami nasib tak beruntung di bawah cengkraman kolonialisme Belanda. Beruntung ada Bung Karno (Presiden RI pertama), bersama H. O.S. Tjokroaminoto, Tan Malaka, Bung Hatta, dr. Tjipto Mangoenkoesoemo, Setia Budhi, Ki Hadjar Dewantara, dan tokoh-tokoh lain, Bung Karno menerangi rakyat Indonesia keluar dari belenggu penjajah," kata Puti Guruh Soekarno.

Puti menuturkan, Indonesia memiliki sejarang yang sangat panjang sebagai negara yang memiliki pengaruh cukup besar di dunia. Indonesia tumbuh sejak ratusan ribu tahun yang lalu. Hal ini dibuktikan dengan hasil penelitian para antropologi, arkeologi, sosiologi dan sejarawan. Mereka sepakat kalau manusia tertua ada di Sangiran dekat lembah Bengawan Sala.

"Seperti dituturkan Bung Karno, sejak zaman purbakala Bangsa Indonesia telah masuk dalam gelanggang internasional," ungkapnya.

Dalam kitab Ramayana Bangsa Indonesia disebut Jabadiuk (Jawa Dwipa) dan Swarna Dwipa sebagai wilayah agraris yang subur dan daerah tambang emas yang kaya. Sementara dalam dokumen catatan Tiongkok, Sriwijaya di Sumatera dikenal dengan sebutan Silifotze. Keagungan Indonesia semakin dikuatkan dengan adanya kerajaan Bahari Majapahit di Jawa Timur yang menjadi penguasa lautan di seantero Nusantara, sekitar Asia Tenggara, hingga memiliki pengaruh sampai ke Madagaskar.

Sementara dalam Arus Balik karya sastrawan Indonesia Pramudya Ananta Toer, Armada dagang Majapahit dikisahkan menggunakan kapal-kapal yang besar dan megah, ketika kapal tersebut singgah di pelabuhan mancanegara, kapal-kapal armada dagang negara-negara lain yang ada di sekitarnya menjadi kecil seperti perahu.

Begitu juga dengan Multatuli dalam Max Havelar menuliskan keindahan Indonesia sebagai ratna mutu manikam, Zamrud Khatulistiwa. Betapa indahnya zamrud khatulistiwa sebagai sabuk Nusantara tatkala tersentuh sinar matahari, maka banyak negara yang cemburu dan bermaksud menguasainya.

"Sayang kejayaan dan keindahan masa lampau negeri kami perlahan surut ditelan zaman," ucap Puti.

Kondisi tersebut terjadi lantaran rakyat Indonesia dalam waktu panjang telah mengalami nasib tak beruntung. Di bawah cengkraman kolonialisme Belanda, hidupnya rakyat Indonesia sangat menderita. Tidak ada semangat untuk melanjutkan hidup, rasa pasrah dan menyerah sangat terlihat saat itu.

Di sinilah bagaimana peran Soekarno bersama dengan tokoh-tokoh lain membangkitkan rasa memiliki sebuah negara. Pelan tetapi pasti, rakyat Indonesia mulai bangkit dari keterpurukan. Perlawanan terhadap penjajah dilakukan pelan-pelan, karena kemampuan perang dan keberanian yang dimiliki rakyat masih sangat minim. Meski demikian, kemunculan perang gerilya di beberapa daerah menandakan kebangkitan negara yang kaya akan rempah-rempah ini bangkit.

"Bayangkan, tak ada semangat dari rakyat. Di sini Bung Karno muncul menjadi sosok yang bisa memberikan semangat. Soekarno menegaskan kalau kemerdekaan harus diraih," katanya. [paw]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini