Presiden dan Wapres Sudah Punya Rapor Para Menteri

Kamis, 2 Juli 2020 19:22 Reporter : Muhammad Genantan Saputra
Presiden dan Wapres Sudah Punya Rapor Para Menteri Jokowi Pimpin Rapat Kabinet Paripurna Perdana di Istana. ©2019 Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo alias Jokowi meminta para menteri bekerja luar biasa setelah dirinya marah pada sidang kabinet Kamis (18/6) lalu. Jokowi akan mengevaluasi bahkan mengancam me-reshuffle jika kerja pembantunya tidak benar.

Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko, menyebut Presiden dan Wakil Presiden selalu memonitor kerja para menteri. Mereka juga sudah punya rapor sendiri untuk para menteri Kabinet Indonesia Maju.

"Kalau (rapor) itu pasti, kan Presiden dan Wakil Presiden melihat kinerja menteri dari waktu ke waktu makanya ada dalam sidang kabinet selalu diingatkan ini waspadai sebagai contoh ini ya Covid, perkembangan dunia dari awal awal sudah diingatkan," kata Moeldoko saat live dalam Ruang Merdeka bersama merdeka.com, Kamis (2/7).

Dengan adanya rapor tersebut, kata Moeldoko, para menteri bisa mengevaluasi kinerjanya. Sehingga tiap menteri punya strategi untuk mencegah terjadinya masalah.

"Sehingga semua menteri yang berkaitan dengan itu memitigasi dan mengantisipasi dengan baik, hati-hati ini akan menghadapi el nino mungkin tingkat panas akan meningkat akan terjadi kebakaran nah ini juga diingatkan dari awal, itulah hal-hal yang selalu disampaikan oleh Presiden," tuturnya.

Moeldoko mengatakan, masing-masing menteri punya Key Performance Indicators (KPI). Termasuk dirinya yang memimpin Kantor Staf Presiden. Dia harap semua pembantu Presiden bisa bekerja dengan baik.

"Setiap kementerian itu punya indikator kinerja, kita bekerja ada ukuran ukuran ya, KPI nya ada sehingga kita harus menuju ke situ, kita semaksimal mungkin bekerja melampaui apa yang biasa biasa lah, itu yang selalu kita lakukan di kantor staf presiden ini, walaupun jumlah kami tidak begitu banyak," jelas Moeldoko.

1 dari 1 halaman

Kinerja Menteri Meningkat Usai Dicambuk

Ditambahkan Moeldoko, kinerja para menteri kini lebih meningkat setelah Presiden Jokowi menyampaikan kekesalannya.

"Dengan hal-hal yang ditekankan oleh Presiden, menteri menteri terkait itu selalu mencari kok cara-cara baru untuk mengelola (masalah dalam Covid-19) ini," kata Moeldoko.

"Dan Alhamdulillah sudah ada perkembangan-perkembangan yang cukup signifikan, setelah dicambuk kemarin yang tadinya kecepatan 70 mungkin sekarang sudah 120," sambungnya.

Moeldoko mengatakan, para pembantu Presiden mendapat setruman agar merasa Indonesia sedang berada dalam suasana krisis. Sehingga, pekerjaan yang terhambat bisa selesai.

"Oleh Pak Presiden itu sudah disetrum, itu disetrum sebenarnya semuanya, semua menteri, dari semua pemerintah stakeholder semua harus merasakan," ucapnya.

Dia menuturkan, Presiden punya penekanan tiga konsep dalam menangani pandemi covid-19 ini. Pertama dari sisi kesehatan. Masyarakat harus semaksimal mungkin terhindar dari virus corona. Maka negara akan melakukan segala cara agar tidak banyak korban masyarakat.

Kedua masyarakat harus bisa banyak makan, untuk itu berbagai bantuan sosial dalam bentuk jaring pengaman sosial agar masyarakat bisa makan.

"Ketiga agar masyarakat bisa berusaha, khususnya UMKM ya dan korporasi agar tidak banyak masyarakat yang tidak di PHK, nganggur atau kehilangan pekerjaan nah itulah, maka stimulus diberikan," pungkasnya. [lia]

Baca juga:
Moeldoko Cerita Suasana Sidang Kabinet Sebelum dan Sesudah Presiden Memarahi Menteri
Moeldoko Sebut Banyak Peramal Muncul Bicara Reshuffle Kabinet
Tepis 'Retak' dengan Golkar, PDIP Bilang 'No Hard Feeling to Party'
Tanggapi Ancaman Reshuffle, Golkar Klaim Hubungan Airlangga dan Jokowi Cukup Baik
Peneliti LIPI Prediksi 11 Menteri Bakal Direshuffle Jokowi
Semua Menteri Jokowi Dinilai Bingung Tangani Pandemi Covid-19

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini