KAPANLAGI NETWORK
MORE
  • FIND US ON

Polri beri kuota 30% untuk santri, JK minta agama lain juga dikasih

Selasa, 11 Juli 2017 13:29 Reporter : Supriatin
Jusuf Kalla di Thailand. ©2017 dok. jusuf kalla

Merdeka.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) memberikan pengarahan kepada Peserta Program Pendidikan Sekolah Pimpinan Menengah (Sespimmen) Polri. Dalam kesempatan ini, dia mengapresiasi program Polri tahun 2017-2018 yakni memberikan kuota khusus sebesar 30 persen bagi para santri yang ingin menjadi polisi.

"Saya dengar pidato Kapolri tahun ini 30 persen dari rekrutmen polisi diambil dari pesantren supaya ada (polisi) yang paham agama," katanya di Istana Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (11/7).

JK menuturkan, selain kuota untuk para santri, sebaiknya polri juga memberikan kuota yang sama kepada generasi agama lain seperti umat Kristen, Hindu, Budha, dan lainnya. Sebab, mengatasi konflik di Tanah Air harus dilakukan secara bersama-sama.

Mantan Ketua Umum Partai Golkar ini menyadari polri menjadi garda terdepan dalam menangani persoalan kompleks di negeri ini. Misalnya menangani kasus pencurian, perampokan, demo dan tawuran.

"Mau pencurian, mau dirampok, mau pembunuhan, konflik, demo, dilempar batu, pasti yang pertama ditelepon Kapolsek, Kapolres. Dia tidak cari Gubernur, dia tidak cari Bupati, dia cari Kapolres, Kapolsek," jelasnya.

"Jadi Anda (polisi) harus cepat juga, apalagi dia tidak cari Wakil Presiden. Anda lebih dicari, jadi kalau anda tidak siap maka negeri ini juga akan masalah," sambung JK.

Selain paham agama, polisi juga harus menguasai teknologi. Karena aksi teror yang terjadi belakangan bersumber dari teknologi yakni internet.

Contohnya aksi pengeboman di Bandung beberapa hari lalu terjadi karena belajar dari internet. Demikian juga aksi penikaman dua brimob di Masjid Falatehan, Jakarta Selatan beberapa pekan lalu.

"Nah kalau anda tidak menguasai teknologi seperti itu maka anda tidak bisa menyelesaikan soal di daerah," tutupnya. [noe]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.