Polisi Juga Temukan Bahan Bom Berdaya Ledak Tinggi di Kasus Bondet Pasuruan

Rabu, 15 September 2021 17:10 Reporter : Erwin Yohanes
Polisi Juga Temukan Bahan Bom Berdaya Ledak Tinggi di Kasus Bondet Pasuruan Ledakan bom ikan hancurkan rumah di Pasuruan. ©2021 Merdeka.com/Istimewa

Merdeka.com - Polisi masih mengembangkan kasus ledakan bom ikan atau disebut juga bondet di Pasuruan. Polisi juga menemukan bahan bom berdaya ledak tinggi.

Temuan ini pun diungkapkan oleh Kepala Bidang Laboratorium Forensik Polda Jatim Kombes Pol Sodiq Pratomo. Ia menyebut, setelah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di Dusun Macan Putih, Desa Pekangkungan, Kecamatan Gondangwetan, Pasuruan, pihaknya menemukan sejumlah barang bukti yang cukup mengejutkan.

Di antaranya, didapatkannya satu lubang bekas titik pusat ledakan dengan ukuran diameter kurang lebih 50 cm dengan kedalaman kurang lebih 7 cm. Selain itu, pihaknya juga menemukan ratusan casing detonator dari TKP.

"Ditemukan ratusan casing detonator yang terbuat dari aluminium dengan panjang rata-rata kurang lebih 58,2 mm dan diameter rata-rata 7,2 mm. Barang bukti serbuk warna putih yang positif mengandung Pentaerytritol tetranitrate (PETN) dan Potassium Chlorat (KClO3) serta barang bukti serbuk warna putih kekuningan yang positif mengandung Trinitro toluena (TNT)," paparnya, Rabu (15/9).

Ia menjelaskan, bahan dengan kandungan PETN, KCO3, TNT, dan lead azida Pb (N3)2 ini termasuk termasuk jenis bahan peledak high explosive. Sedangkan untuk Potassium Chlorat (KClO3) ini termasuk jenis bahan peledak low eksplosive.

"Di TKP ditemukan adanya bahan pembuatan detonator rakitan. Antara lain, selongsong atau casing detonator, ayakan, kapas dan tampah di area pusat ledakan. Lead azide Pb(N3)2 termasuk jenis bahan peledak high explosive yang sangat sensitif terhadap tekanan, gesekan, guncangan dan nyala api. Salah satu isian detonator Lead azide (Pb(N3)2), termasuk bahan peledak jenis high explosive," jelasnya.

Ia menuturkan, proses terjadinya ledakan secara teknis dapat berasal dari adanya perlakuan panas terhadap campuran bahan peledak isian detonator rakitan. Dimana sumber dapat berasal dari impack, friksi, tekanan, nyala api atau jatuh saat pemindahan, pergeseran dari satu lokasi ke lokasi lainnya.

"Jenis bahan peledak yang digunakan sebagai bahan isian detonator rakitan, terdiri dari campuran bahan peledak low explosive KClO3 dan high explosive, TNT, PETN dan Lead azide (Pb(N3)2)," tandasnya.

Lalu, dari mana para tersangka mendapatkan bahan-bahan tersebut, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Repli Handoko menambahkan, Polda Jatim telah membentuk tim untuk menelusuri asal usul bahan peledak.

"Polda Jatim telah membentuk tim, untuk menelusuri asal usul bahan kimia yang didapatkan para pelaku," ucapnya.

Sebelumnya, Polres Pasuruan Kota telah menetapkan 4 tersangka yang terlibat dalam kejadian meledaknya bom ikan itu. Keempat tersangka itu antara lain, Yakni Abdul Hofar dan ayahnya, Mat Sodiq yang meninggal dunia di TKP serta istri Hofar dan Abdul Rozak.

Khusus untuk istri Hofar, polisi menetapkan sebagai tersangka lantaran terbukti terlibat dalam pembuatan detonator untuk bom ikan, sejak satu tahun lalu. Begitu pula dengan AR yang mengaku telah membantu memproduksi detonator dari dua bulan lalu. [ded]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Ledakan Pasuruan
  3. Bom Ikan
  4. Pasuruan
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini