Perkembangan Internet dan Minat Membaca Rendah Salah Satu Penyebab Hoaks Marak

Kamis, 8 Agustus 2019 00:09 Reporter : Nur Habibie
Perkembangan Internet dan Minat Membaca Rendah Salah Satu Penyebab Hoaks Marak Kanit III Subdit 2 Siber Bareskrim Polri AKBP Irwansyah. ©Istimewa

Merdeka.com - Masyarakat Indonesia hingga kini masih suka menerima berita atau kabar bohong (hoaks) melalui media sosial. Karena saat ini, masyarakat dengan mudah mengakses media sosial atau internet tanpa adanya batasan waktu.

Kanit III Subdit 2 Direktorat Siber Bareskrim Polri AKBP Irwansyah mengatakan, seseorang yang menyebarkan hoaks tersebut mempunyai tujuan untuk memicu terjadinya perpecahan. Baik secara individu maupun kelompok.

"Lalu mengakibatkan fakta tak lagi dipercaya, menguntungkan pihak tertentu dan menimbulkan konflik horizontal hingga genosida," kata Irwansyah dalam keterangan tertulisnya, Rabu (7/8).

Irwansyah kembali menjelaskan di depan Mahasiswa Sespimmen Polri, tujuan dari penyebarluasan hoaks itu untuk mengajak publik agar mempercayai sesuatu yang salah sebagai sebuah kebenaran.

"Berita bohong yang disebarluaskan dengan sengaja bertujuan untuk membohongi atau mengkhianati publik dan menciptakan kesan-kesan personal tertentu oleh si penyebar hoaks di mata publik," ujarnya saat menyampaikan materi Strategi Pencegahan dan Penanganan Hoaks.

Lalu, faktor penyebab maraknya hoaks karena adanya kemajuan teknologi informasi yang didukung oleh jaringan internet yang berkembang sangat cepat.

"Rendahnya minat baca masyarakat Indonesia yang enggan untuk mencari kebenaran saat menerima informasi dan berita hoaks yang sengaja diciptakan untuk kepentingan pihak tertentu," ujarnya.

Langkah untuk mencegah terjadinya hoaks, pihaknya melakukan beberapa tindak hukum yakni secara preventif atau melakukan edukasi dan sosialisasi terhadap masyarakat. Serta melakukan tindakan preventif yakni meminta suatu media untuk memblokir konten yang diduga bermuatan negatif.

"Atau dengan kita berikan tindakan secara hukum, agar pelaku jera dan tak lagi melakukan hal yang sama," ucapnya. [gil]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Hoaks
  3. Berita Hoax
  4. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini