Penyebab Kematian Korban Tragedi Kanjuruhan Menurut Dokter Forensik

Kamis, 1 Desember 2022 04:00 Reporter : Erwin Yohanes
Penyebab Kematian Korban Tragedi Kanjuruhan Menurut Dokter Forensik Pintu 13 Stadion Kanjuruhan. ©2022 Merdeka.com

Merdeka.com - Tim dokter forensik melakukan proses autopsi terhadap dua korban tragedi Kanjuruhan. Hasilnya, tim dokter sudah dapat menyimpulkan penyebab dari kematian kedua korban tersebut.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Perhimpunan Dokter Forensik Indonesia (PDFI), Dokter Nabil Bahasuan SpFM., SH., MH, Rabu (30/11) di Surabaya. Ia menyatakan, tim dokter forensik telah selesai melakukan proses pemeriksaan luar terhadap jenazah dua korban meninggal tragedi Kanjuruhan.

"Kami tim PDFI Jatim sudah menyelesaikan semua rangkaian pemeriksaan luar. Pemeriksaan tambahan, dalam kasus tragedi kanjuruhan terhadap 2 korban. Kami diberikan izin penyidik untuk memberikan penjelasan sebatas kesimpulan saja. Karena semua informasi akan kami berikan di pengadilan nanti," tegasnya.

Hasilnya, ia menyebut, dari pemeriksaan untuk jenazah atas nama Natasya, didapatkan kekerasan benda tumpul yang menyebabkan adanya patah tulang iga. Patahnya tulang iga itu, menyebabkan adanya pendarahan yang cukup hebat.

"Jadi untuk hasil dari Natasya itu didapatkan kekerasan benda tumpul. Adanya patah tulang iga, 2, 3, 4, 5. Dan di sana ditemukan pendarahan yang cukup banyak. Sehingga itu membuat sebab kematiannya," tandasnya.

Sedangkan untuk jenazah atas nama Naila, pihak tim dokter juga menemukan patahan tulang yang sama, yakni patah tulang dada dan sebagian tilang iga sebelah kanan.

Namun, saat dikonfirmasi soal apakah kekerasan benda tumpul yang dimaksud karena akibat pukulan atau terinjak-injak, pihaknya tidak dapat menyimpulkan lebih jauh.

"(Jenazah atas nama) Naila, juga sama tapi ada di tulang dadanya. Patahnya itu. Juga di sebagian tulang iga, sebelah kanan. Di kedokteran forensik kita tidak bisa mengatakan itu karena apa.Tapi karena kekerasan benda tumpul. Untuk pastinya, tentu di penyidikan yang tahu," ungkapnya.

2 dari 2 halaman

Gas Air Mata

Dokter Nabil mengatakan, dari hasil pengumpulan sampel yang ada pada kedua korban, pihaknya tidak mendeteksi adanya gas air mata. Namun, untuk lebih jelasnya, ia mengaku sudah mengumpulkan bahan yang didapatnya pada Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

"Kami sudah mengumpulkan kepada badan riset dan inovasi nasional. Dan didapatkan tidak terdeteksi adanya gas air mata tersebut. Untuk lebih jelasnya nanti di pengadilan bisa didatangkan ahli dari BRIN tersebut yang memeriksa hasil sampel Toxicologi kita," tegasnya. [ded]

Baca juga:
Keluarga Anggap Aneh Hasil Autopsi Jenazah Korban Tragedi Kanjuruhan
Hasil Autopsi Korban Tragedi Kanjuruhan: Tulang Patah dan Kekerasan Benda Tumpul
Kejutan Ulang Tahun untuk Alfiansyah, Bocah Yatim Piatu Korban Tragedi Kanjuruhan
Berkas Perkara Tragedi Kanjuruhan Diteliti Jaksa Kejati Jatim
LIB, PSSI akan Bertemu Polri Bahas Bentuk Keamanan Masa Depan Sepakbola Indonesia
Ulang Tahun, Anak Korban Tragedi Kanjuruhan Dapat Kejutan dari Pemain Arema FC

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini