Pemuda Muhammadiyah pertanyakan keseriusan Polri ungkap kasus Novel

Senin, 19 Juni 2017 17:09 Reporter : Nurul Afrida
Novel Baswedan usai operasi mata di Singapura. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Ketua Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak mendesak pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta pihak kepolisian bersikap terang dan tegas mengusut kasus penyiraman terhadap Novel Baswedan. Pemuda Muhammadiyah mempertanyakan keseriusan Polri mengusut penyerang Novel yang hingga 69 hari kejadian belum juga terungkap.

"Kalau kita merujuk kerja Polri selama ini terkait kasus-kasus. Saya menyebutnya ini kasus terorisme, terorisme terhadap pemberantasan korupsi," kata Dahnil saat mendatangi kantor KPK bersama Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam) di kantor KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (19/6).

Dahnil membandingkan kasus teroris yang telah tertangkap oleh Densus 88 dengan kasus Novel Baswedan. Ia mengatakan Densus 88 bisa cepat menangkap terduga teroris. Namun untuk kasus Novel ia merasa sangat lambat. Sehingga ia mewakili masyarakat sipil melihat tidak ada keseriusan untuk menangani kasus Novel.

"Terus terang kami di Pemuda Muhammadiyah kehilangan kepercayaan terkait dengan keseriusan pihak Polri, pihak Polda dalam hal ini menangani kasus ini," ucap Dahnil.

Dahnil mengatakan, kedatangannya mendesak pimpinan KPK agar menyampaikan kepada Kapolri segera menuntaskan kasus Novel Baswedan. Pemuda Muhammadiyah pun akan menyampaikan kepada Presiden Joko Widodo untuk turun langsung dan membentuk tim pencari fakta terkait kasus teror terhadap Novel.

"Oleh sebab itu kami mendesak pimpinan KPK untuk memberikan sikap terang. Sikap terang seperti apa. KPK harus menyampaikan kepada Polri ini harus diselesaikan berapa lama," ujar dia.

Kemudian menyampaikan kepada Presiden untuk turun langsung memimpin upaya mengusut penyerangan terhadap Novel. Karena semuanya banyak kecurigaan yang mengarah kepada polisi terkait kasus penyiraman ini.

"Mendesak misalnya kepada Presiden untuk turun langsung," ucap Dahnil.

Dahnil menyebut jika ada kecurigaan terhadap kepada polisi, kecurigaan ini membuat kepercayaan publik berkurang. Dahnil menyarankan agar Presiden membentuk tim pencari fakta agar bisa dipercaya oleh publik.

"Kalau tidak kasus ini akan mangkrak terus dan kemudian upaya membongkar terorisme terhadap gerakan anti korupsi penyidik KPK itu akan terus terjadi dan tidak akan pernah diselesaikan seperti kasus sebelumnya," ucap Dahnil. [gil]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.