Pemerintah targetkan 2018 ada 10 juta keluarga tak mampu dapat bantuan non tunai

Kamis, 23 Agustus 2018 15:54 Reporter : Rizlia Khairun Nisa
Idrus Marham. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) memimpin rapat koordinasi Persiapan Penyaluran Perluasan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tahap III. Acara digelar di Kantor Menko PMK, Jalan Medan Merdeka Barat, Kamis (23/8).

Pada kesepempatan itu, hadir beberapa menteri terkait yakni, Menteri Sosial Idrus Marham, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Bambang Brodjonegoro. Kemudian hadir juga perwakilan dari Bank Mandiri dan BNI yang menjdi pelaksana teknis penyalurab perluasan bantuan pangan non tunai ini.

Menteri Sosial Idrus Marham mengatakan, program bantuan pangan non tunai ini dilakukan secara bertahap. Ditargetkan pada akhir 2018, sudah ada 10 juta warga tak mampu yang dapat bantuan ini dari pemerintah.

Kata Idrus, saat ini baru ada 4,9 juta keluarga yang menerima BPNT ini. Kemudian pada Oktober nanti, atau pada tahap ketiga akan ditambah untuk 3,9 juta keluarga tidak mampu yang dapat bantuan dari masyarakat.

"Jadi dalam percenacaan yang kita proyeksikan pada akhirnya, pada akhir 2018, semuanya nanti ada 10 juta," tutur Idrus.

Idrus menyampaikan, ada beberapa alasan kenapa pemerintah memberikan bantuan ini secara bertahap. Salah satunya adalah alasan teknis. Kata Idrus, pemerintah tak ingin ada kendala-kendala teknis di lapangan.

"Jadi memang ini tahapan-tahapan dan untuk melakukan perluasan itu, perlu dilakukan persiapan," ujar Idrus.

Idrus menjelaskan, beberapa persiapan yang harus dilakukan agar bantuan ini berjalan dengan lancar, tanpa kendala. Pertama yang perlu dipersiapkan adalah persiapan dari daerah itu sendiri. Kemudian kedua harus ada persiapan dari masyarakat yang akan menerima bantuan tersebut.

"Ini kan perlu tahapan, dan ini setelah tahapan teknis itu, kita dapat selesaukan dan baru kami dapat lakukan. Kami juga tidak ingin lakukan ini apabila belum siap semuanya," jelas dia.

Untuk menjalan program ini, menurut Idrus, pemerintah menyalurkan bantuan melalui beberapa bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Nantinya, uang untuk membantu masyarakat miskin yang jumlahnya Rp 110 ribu per keluarga tersebut, akan ditransfer melalui bank Mandiri dan BNI.

Kata dia, dengan begitu masyarakat yang tak mampu tersebut bisa membeli kebutuhan pokok dengan uang yang ditransfer dari pemerintah tersebut. [hhw]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini