Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pasca-teror bom, Gereja di Batu masih dijaga ketat polisi

Pasca-teror bom, Gereja di Batu masih dijaga ketat polisi Teror bom di gereja Batu. ©2016 Merdeka.com/darmadi sasongko

Merdeka.com - Polres Kota Batu masih melakukan penjagaan pasca-teror telepon yang dialami Gereja Katolik Paroki Gembala Baik dan Biara Rubiah Karmil Flos Carmeli. Kepolisian hingga saat ini menyiagakan personelnya untuk mengantisipasi kemungkinan dan memberi perasaan aman.

"Gereja masih dijaga oleh personel kepolisian, sehari ada 2 regu pasukan yang disiagakan, bertugas masing-masing 12 jam. Setiap regu 10 orang," kata AKP Waluyo, Kasubag Humas Polres Batu, Selasa (16/11).

Kata Waluyo, kegiatan gereja sudah kembali normal seperti biasanya. Bahkan sejak pagi, gereja sudah menggelar kegiatan dengan melibatkan para umat dan masyarakat sekitarnya.

Sebelumnya, satpam gereja menerima telepon dari orang tidak dikenal yang mengatakan kalau gereja akan diledakkan. Pihak sekretariat selanjutnya melaporkan ke Polisi, sebelum kemudian dilakukan sterilisasi dan menutup gereja dengan police line.

teror bom di gereja batu

Setelah sekitar empat jam, polisi melakukan penyisiran ke lokasi dan tidak ditemukan bahan peledak maupun bahan berbahaya. Polisi menyatakan lokasi aman setelah menyisir sejumlah titik lokasi.

Berdasarkan keterangan Satpam penerima telepon, peneror bersuara perempuan dan mengucapkan takbir sebanyak tiga kali sebelum memutus pembicaraan. Kini polisi masih berusaha mendapatkan rekaman percakapan dari Telkom.

"Masih diselidiki untuk meminta rekaman percakapan dari server Telkom Surabaya," kata Waluyo menegaskan.

Sementara itu, pihak gereja mengungkapkan kalau kondisi dan kegiatan gereja sudah kembali normal. Kegiatan sudah berjalan sebagaimana biasa dan diikuti oleh banyak peserta.

teror bom di gereja batu

"Tentu mengakibatkan banyak pertanyaan dari umat, tetapi setelah dilakukan penyisiran oleh kepolisian tidak ada indikasi adanya bahan peledak atau yang lainnya," kata Romo Mikhael Agung Cristoputra, Pastur Kepala Paroki Gereja Katolik Gembala Baik.

Mikhael menceritakan, pascateror pihaknya mengumpulkan semua pengurus gereja untuk mendiskusikan antisipasi yang perlu diambil atas kejadian tersebut. Lewat para ketua-ketua di gereja, disampaikan agar umat tidak trauma dan takut, walaupun tetap waspada.

"Pagi tadi sudah dilaksanakan senam jantung sehat, senamnya gereja sini, tetapi diikuti masyarakat luas. Ada yang muslim, Budha, Hindu dan lain-lain," katanya.

Mikhael juga mengaku mendapatkan ucapan simpati dari banyak kalangan, baik dari kalangan gereja maupun pimpinan agama lain. Termasuk dari pimpinan Muhammadiyah, NU, komunitas Gusdurian dan lain-lain.

(mdk/tyo)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP