Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Makam elite simbol kejayaan saudagar Tiongkok

Makam elite simbol kejayaan saudagar Tiongkok kuburan china. merdeka.com/yan muhardiansyah

Merdeka.com - Makam sering dijadikan simbol kemakmuran atau kejayaan orang yang dikubur atau kerabat yang ditinggalkan. Ini juga berlaku pada masyarakat etnis Tionghoa di Medan.

Kejayaan dua bersaudara perantauan dari Guangdong, Tiongkok, di Tanah Deli, Tjong A Fie (1860-1921) dan Tjong Yong Hian (1850-1911), masih bisa dilihat dari makamnya yang tergolong megah.

Tjong A Fie dimakamkan di pemakaman yang disiapkannya di kawasan Pulo Brayan. Sedangkan abangnya Tjong Yong Hian dimakamkan di Taman Kebun Bunga, Jalan Kejaksaan, Medan.

Kemegahannya pada makam Tjong Yong Hian dan istrinya Tjie Ong Yon. Makam berwarna merah marun itu berada di tengah-tengah taman yang ditata sedemikian rupa. Tempat itu juga dilengkapi galeri berisi memorabilia keluarga Tjong Yong Hian.

Sudah ada usulan makam itu dijadikan salah satu situs sejarah dan wisata di Kota Medan. Selain pejabat di Kota Medan, konsul RRC juga pernah mengunjunginya.

Di tengah taman, tepatnya depan makam, sengaja dibangun kolam. Bukan hanya memperindah, kolam itu juga punya makna tersendiri dalam pandangan masyarakat Tionghoa. "Dalam feng sui itu disebut 'duduk di gunung memandang ke laut', ya raja-raja kan begitu," sebut Ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Medan Halim Loe, Jumat (15/6).

Menurut dia, Taman Kebun Bunga ini hanya sebagian kecil dari lahan pemakaman milik Tjong Yong Hian. "Dulu kawasan di sekitarnya juga milik dia. Belakangan menyempit karena berbagai hal, sehingga sekarang saya rasa kurang dari 1 hektare," kata Halim.

Makam itu juga menjadi bukti kemakmuran pengusaha Tjong Yong Hian. Sebelumnya, orang hanya lebih mengenal adiknya Tjong A Fie yang merupakan juragan kaya dari Deli di awal abad ke-20. Padahal Tjong Yong Hian yang juga pengusaha besar dan merupakan major atau pemimpin masyarakat Tionghoa pertama di Tanah Deli, sebelum digantikan adiknya. Salah satu peninggalannya adalah jembatan kebajikan di Jalan Zainul Arifin, kawasan Kampung Madras, Medan.

Saat ini kompleks pemakaman belum terbuka untuk umum. Pihak keluarga beralasan galeri Tjong Yong Hian belum lengkap. "Keluarga juga berencana membeli lahan-lahan di sekitar makam untuk memperluas kompleks makam dan galeri, supaya bisa luas kembali," kata Halim.

Bukan hanya juragan di masa lalu, pengusaha di zaman sekarang pun kerap menjadikan makam sebagai simbol status. Baru-baru ini, salah seorang pengusaha papan atas Indonesia bahkan dikabarkan telah membeli lahan seluas 2 hektare untuk makam orang tuanya di kawasan Deli Serdang. "Tanahnya di sebelah pemakaman milik yayasan," sebut Halim. (mdk/hhw)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP