Labi-Labi Langka Umur 50 Tahun Ditemukan di Sleman

Kamis, 7 Februari 2019 21:07 Reporter : Purnomo Edi
Labi-Labi Langka Umur 50 Tahun Ditemukan di Sleman Labi-labi. Istimewa

Merdeka.com - Seekor labi-labi, jenis bintang yang masuk kategori hampir punah ditemukan di wilayah Sleman. Binatang bernama latin Chitra chitra ini ditemukan oleh seorang warga beberapa waktu yang lalu di Sungai Sempor, Dusun Manyaran, Kelurahan Triharjo, Kabupaten Sleman.

Kepala Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) DIY, Junita Parjanti mengatakan usai penemuan labi-labi pihaknya mengirim tim reaksi cepat BKSDA ke lokasi. Tim pun kemudian bertemu dengan warga yang menemukannya dan melakukan pendekatan.

"Kami lakukan pendekatan. Kami memberikan penjelasan pada warga tersebut bahwa labi-labi yang ditemukannya adalah labi-labi jenis langka, nyaris punah dan juga dilindungi undang-undang. Akhirnya warga mengerti dan mau menyerahkan labi-labi itu secara sukarela," ujar Juniati saat dihubungi, Kamis (7/2).

Juniati menerangkan saat ini Labi-labi dititipkan ke Gembira Loka Zoo. Penitipan ini ditandai dengan proses penyerahan pada Rabu (6/2) kemarin.

Terpisah, Manajer Konservasi Gembira Loka Zoo, Josephine Vanda Tirtayani mengatakan bahwa labi-labi yang diserahkan memiliki ukuran panjang 90 cm dan lebar 60 cm. Pihaknya memperkirakan jika umur labi-labi itu sekitar 50 tahun.

Vanda menyebut berdasarkan data dari Lembaga Konservasi Dunia IUCN (International Union for Conservation of Nature), labi-labi ini masuk ke kategori hampir punah atau critically endangered.

"Spesies tersebut kehilangan habitat asli dan hampir punah karena eksploitasi untuk konsumsi makanan manusia dan perdagangan liar," urai Vanda.

Vanda menambahkan jika pihaknya melakukan karantina kepada labi-labi itu. Proses karantina dilakukan untuk menyembuhkan luka-luka di tubuh labi-labi. Vanda mengungkapkan ada luka-luka di labi-labi yang disebabkan oleh manusia maupun oleh alam.

"Saat ini ditempatkan di karantina dulu. Kan ada beberapa protokoler. Dicek kesehatannya, X-ray, diukur. Jadi di tubuhnya ada beberapa luka, tapi lukanya dari mana tidak ada info langsung. Kalau proses karantina kurang lebih 30 hari. Belum tahu membutuhkan berapa lama lukanya, tergantung kondisi satwa," tutup Vanda. [cob]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini