Kuat Ma'ruf: Brigadir J Tersungkur, Pak Ferdy Sambo Melirik, Saya Takut Ditembak Juga

Senin, 5 Desember 2022 20:33 Reporter : Rahmat Baihaqi
Kuat Ma'ruf: Brigadir J Tersungkur, Pak Ferdy Sambo Melirik, Saya Takut Ditembak Juga Sidang Bharada E, Bripka RR dan Kuat Maruf. ©Liputan6.com/Johan Tallo

Merdeka.com - Terdakwa Kuat Ma'ruf memberikan keterangan yang berbeda dari Bharada E perihal perintah Sambo untuk menembak mati Brigadir J. Bila sebelumnya Ricky Rizal mendegar perintah Sambo ke Bharada E 'Woy Tembak Woy tembak.

Di sisi lain juga Sambo sempat menepis perintah itu, dengan mengatakan 'Hajar Chad' yang ditujukan pada Bharada E untuk menghajar Yoshua karena diduga telah melakukan pelcehan seksual kepada Putri Candrawathi.

Kuat pun menceritakan situasi pada saat di rumah duren tiga, Jakarta Selatan sebelum Brigadir Yoshua tewas.

"Yosua lagi ngadep ke sini. Bapak marah-marah. Saya geser tuh. Bapak lagi marah. Yos bilang, 'Apa, apa?' kata Kuat di persidangan Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Senin (5/11).

Melihat situasi yang mulai memanas, Kuat pun bergeser ke arah dapur rumah yang posisinya pada saat itu masih dapat menyaksikan kematian Yoshua.

Pun Sambo memerintahkan Richard agar menghajar Yoshua yang justru terjadinya letusan tembakan. Namun dirinya mengaku tidak mengetahui berapa banyak letusan tembakan yang dilepas Richard.

"Saya geser ke dekat kompor saya dengar 'Hajar Chad hajar Chad'. Ditembak sama Richard nggak tahu berapa (kali). Yosua tengkurap di samping tangga," ucap Kuat.

2 dari 3 halaman

Sempat Dikira Akan Ditembak Sambo

Selepas kematian Yoshua, Sambo pun bergeser ke belakang dan menengok ke Kuat. Ia mengira bahwa akan menjadi target penembakan selanjutnya.

"Setelah itu pak Sambo sempet ke belakang. Saya kira waktu itu saya mau ditembak juga, saya ketakutan. Karena saya berpikir bapak nengok nengok begitu. Pikir saya, saya juga mau ditembak waktu itu," papar Kuat.

"Ternyata bapak maju ke depan, tembak-tembak tembok. Setelah tembak-tembak tembok bapak keluar," tutup dia.

3 dari 3 halaman

Sebelumnya, dalam dakwaan yang dibacakan JPU bahwa Ferdy Sambo menerima Richard untuk menembak almarhum Yoshua dengan kata 'Woy kau Tembak'.

"Ferdy Sambo Langsung mengatakan kepada Korban Nopriansyah Yosua Hutabarat dengan perkataan "jongkok kamu!!" lalu Korban Nopriansyah Yosua Hutabarat sambil mengangkat kedua tangannya menghadap ke depan sejajar dengan dada sempat mundur sedikit sebagai tanda penyerahan diri dan berkata "ada apa ini?"," ujar JPU.

Meski sudah dalam posisi menyerah, niat Sambo menghabisi nyawa ajudan itu tetap tak terbendung. Dengan memerintahkan Bharada E untuk segera melepaskan tembakan yang berasal dari Glock 17.

"(Sambo) Berteriak dengan suara keras kepada Saksi Richard Eliezer dengan mengatakan "Woy...! kau tembak...! kau tembak cepaaat!! Cepat woy kau tembak!!!," katanya. [ded]

Baca juga:
Bukan Mengamankan Pisau Kuat Ma'ruf, Ricky Rizal Malah Ambil Senjata Brigadir J
Pengacara Bharada E Ungkap Wanita Misterius Keluar Rumah Sambo: Rambutnya Pendek
Hakim Marah Lagi ke Bripka RR: Saya Bingung, Orang Ngejar Pakai Pisau Dianggap Biasa
Hakim Marahi Bripka RR: Disuruh Membunuh dan Mencuri Uang Brigadir J Mau Saja
Bripka RR Ungkap Detik-Detik Penembakan Brigadir J

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini