Korban KM Risma Marisi yang hilang di Danau Toba ditemukan meninggal dunia
Merdeka.com - Korban hilang dalam musibah yang dialami KM Risma Marisi di perairan Nainggolan, Danau Toba, Jumat (22/6) malam, akhirnya ditemukan, Sabtu (23/6) sore. Namun, korban ditemukan sudah tidak bernyawa.
"Untuk korban kapal mati mesin di Nainggolan telah ditemukan sekitar pukul 15.30 Wib tadi dalam keadaan tidak bernyawa," kata Kepala Kantor SAR Medan, Budiawan, Sabtu (23/6).
Korban meninggal yang ditemukan yakni Rahmat Dani (28), warga Desa Sampuran, Muara, Tapanuli Utara. Dia merupakan satu dari lima orang yang tengah berada di KM Risma Marisi saat mengalami musibah di tengah Danau Toba.
Empat orang lain juga ikut dalam perjalanan kapal kayu itu selamat, yakni: Jospendi Lumbanraja alias Ama Mona (40), juga warga Desa Sampuran, Jolom Sipayung (18) dan Sahat Parlindungan Simorangkir (16), warga Simpang Kawat, Asahan; dan Joypan Situmorang (17), warga Pasaran, Nainggolan, Samosir.
Kapal mengalami musibah dalam perjalanan pulang dari Pulau Sibandang, Muara, Taput, menuju Pelabuhan Nainggolan, Samosir. Kapal kayu itu mengalami mati mesin setelah menabrak bambu di tengah danau sekitar pukul 19.00 Wib.
Jospendi Lumbanraja alias Ama Monang kemudian meminta Joypan Situmorang dan Rahmat Dani untuk melihat baling-baling kapal. Saat itu kapal sudah berada di tepi danau.
Tiba-tiba arus kencang membawa mereka ke tengah danau. Joypan dan Rahmat mencoba menyelamatkan diri. Rahmat terbawa arus, sedangkan Joypan berhasil sampai ke tepi danau.
Jospendi, Jolom, dan Sahat yang masih berada di atas kapal juga selamat. Kapal yang mereka tumpangi akhirnya ditarik ke kapal warga setempat ke pelabuhan.
Sementara Rahmat yang sempat hilang akhirnya ditemukan dalam keadaan tak bernyawa. "Ditemukan di sekitar lokasi kapal mati mesin di Nainggolan. Saat ini jasad korban sudah dibawa ke Puskesmas Nainggolan," jelas Budiawan.
Musibah yang dialami KM Risma Marisi ini terjadi di tengah upaya pencarian 184 orang yang diduga menjadu korban tenggelamnya KM Sinar Bangun. Kapal kayu ini tenggelam dalam perjalanan dari Simanindo, Samosir, menuju Tigaras, Simalungun, pada Senin (18/6) sore. Dari sekitar 200 penumpang, baru 21 orang yang ditemukan, 3 di antaranya meninggal dunia.
"Karena korban di Nainggolan sudah ditemukan, tim SAR ditarik kembali untum melakukan operasi di Tigaras," tutup Budiawan.
(mdk/rnd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya