Keluarga Korban Perundungan Maafkan Pelaku tapi Ingin Proses Hukum Berlanjut

Kamis, 26 Mei 2022 22:04 Reporter : Kirom
Keluarga Korban Perundungan Maafkan Pelaku tapi Ingin Proses Hukum Berlanjut Viral Perundungan Anak di Tangsel, Ibu Korban Minta Pelaku Dihukum Berat. ©2022 Merdeka.com

Merdeka.com - Upaya diversi atau pengalihan proses penyelesaian perkara terhadap enam terduga pelaku perundungan kepada MZA (16) dipastikan gagal, setelah orang tua korban, Nuryanah meminta polisi memproses kasus penganiayaan berat terhadap putranya tersebut.

"Diversi gagal. Orang tua korban memaafkan (para pelaku anak) tapi tetap ingin proses hukumnya berlanjut. Makanya lanjut ke proses pidana (penyidikan)," kata Kepala UPTD P2TP2A Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Tri Purwanto, Kamis (26/5).

Dia menjelaskan, berdasarkan aturan Undang-Undang nomor 11 tahun 2012 tentang sistem peradilan anak, upaya diversi adalah proses yang dimungkinkan aparat penegak hukum (APH) dalam menindaklanjuti anak-anak sebagai pelaku kejahatan.

"Diversi adalah pengalihan penyelesaian perkara anak yang berkonflik dengan hukum dari proses peradilan pidana ke proses di luar peradilan pidana. Semua APH harus mengutamakan diversi dulu, makanya polisi upayakan diversi dulu. Apalagi para terduga pelaku rata-rata di bawah umur dan tidak ada catatan kriminal sebelumnya," terang Tri.

Menurut dia, sebelumnya Polres Tangsel bersama Badan Pemasyarakatan (Bapas), P2TP2A, orang tua korban dan orang tua anakanak terduga pelaku dihadirkan untuk proses diversi pada Senin (23/5) kemarin.

Dalam kesempatan tersebut, Nuryanah telah memaafkan aksi penganiayaan, namun meminta proses hukum terus dilanjutkan. Sehingga Polisi menaikan status perkara itu ke tahap penyidikan.

Walau demikian, Tri menjelaskan bahwa anak-anak terduga pelaku penganiayaan terhadap MZA, tidak bisa dilakukan penahanan, sebab aturan yang mengatur karena pelaku anak-anak itu rata-rata berusia 12 tahun.

"Jadi anak tidak bisa ditahan, tapi sewaktu-waktu polisi akan melakukan pemanggilan, orang tua terduga pelaku wajib membawa anak mereka dalam pemanggilan," katanya.

Baca juga:
Walkot Minta Pelaku Perundungan Siswa SMP di Semarang Ditindak Tegas Biar Jera
Viral Video Siswi SMP di Semarang Jadi Korban Perundungan Senior
Ayu Ting Ting Dibully Jadi Penyanyi Dangdut saat Sekolah, Ayah Rozak Turun Tangan
Kronologi Perundungan Anak di Tangsel, Diawali Game Online di Salah Satu Rumah Pelaku
Korban dan Pelaku Perundungan Anak di Tangsel Mendapat Pendampingi Hukum
Begini Kondisi Luka Bakar yang Dialami Bocah Korban Perundungan di Tangsel

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Bullying
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini