Kabar terbaru Sulami, penderita penyakit langka 'manusia kayu'
Merdeka.com - Kediaman Sulami (35), warga Dukuh Selorejo RT 31/11, Desa Mojokerto Kecamatan Kedawung, Sragen, yang menderita penyakit langka hingga dijuluki 'manusia kayu' akhir-akhir ini ramai dikunjungi. Baik pemerintah daerah, perseorangan maupun komunitas memberikan simpati terhadap kondisinya.
Dokter spesialis ortopedi dan traumatologi RS Ortopedi Prof Dr Soeharso Solo, Dr Pamudji Utomo menuturkan, Sulami menderita penyakit ankylosing spondylitis rematik sistemik. Sampai saat ini memang belum ada obatnya. Obat-obatan yang ada hanya untuk menunda perkembangan penyakit agar tidak semakin parah.
"Penyakit ini akibat dari peradangan yang terjadi pada tulang belakang dan daerah persendian. Gejala awalnya berupa nyeri punggung. kekakuan, dan kelelahan. Kondisinya biasanya akan semakin memburuk dengan berjalannya waktu," jelasnya, Senin (23/1).
Hari ini, Senin (23/1), rombongan dari Dinas Sosial (Dinsos) Sragen menjenguk Sulami. Kepala Dinsos Sragen Supriyatno menuturkan, pihaknya sudah memberikan sejumlah program bantuan untuk Sulami. Termasuk pemeriksaan kesehatan dan penyakit Sulami.
"Pemeriksaan sudah dilakukan di dalam laboratorium, kemudian dikirim ke Solo. Dan hasilnya penyakit Sulami berhubungan dengan tulang," ujar Supriyanto.
Saat ini, Sulami ditangani langsung petugas Puskesmas Kedawung. Pihaknya juga menyediakan psikolog agar Sulami tetap percaya diri dan tidak stres. Sedangkan terkait kondisi kesehatannya akan kordinasi dengan rumah sakit.
"Sebenarnya Sulami itu sudah terkover sejak 2008, melalui program Jaminan Sosial Penyandang Cacat, sekarang namanya Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas (ASPD)," katanya.
Psikolog yang mendampingi Sulami, Dewi Novita Kurniawati takjub dengan keikhlasan dan kesabaran Sulami. Kondisi kejiwaan Sulami sangat stabil meski dalam kondisi sakit bertahun-tahun.
"Bagi saya, Sukami itu wanita kuat banget, tidak pernah berkeluh kesah. Ia menganggap sakit ini sebagai ujian di dunia, semoga di akhirat bahagia," tandasnya.
Terpisah, Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengaku sudah memberikan bantuan untuk biaya hidup sebesar Rp 300.000 per bulan yang diberikan rutin sejak 2008 serta beras miskin (Raskin) per bulan.
"Pemerintah juga memberikan Jamkesmas bagi Mbah Ginem yang selama ini merawat Sulami. Upaya perbaikan rumah melalui Program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) juga sudah kita lamukan," jelasnya.
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya